Lily Of Memory ( ID)

Lily Of Memory ( ID)

  • WpView
    Reads 253
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 15, 2019
Fall from high tower Jump into dead cave Until,I feel the adventures Comes,worries,and tragedy Feel the broke of your heart Feel confused in your mind Puisi diatas aku tulis sudah sangat lama Namaku Lily,aku adalah seorang gadis berambut ungu dan bermata biru,mungkin saat kalian mendengar namaku kalian terpikirkan bunga lily yang sangat indah,dan menurut kalian aku sangat bangga memiliki nama itu.. Tapi,kalian salah aku SANGAT membenci nama itu karena mirip dengan bunga yang kubenci.Di cerita ini aku akan memberi tahu kenapa aku membenci namaku''
All Rights Reserved
#53
poetry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PUISI UNTUK BUNDA
  • Arga Dirgantara (END)
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Not Always Alone (Sudah Terbit)
  • You are in my past and my future [END]
  • The Disappearance of Butterfly
  • Let Me Love You Longer
  • Andai bisa
  • Become an Extra or Main Character [END]

Aku hidup bersama Ayah dari aku masih bayi merah hingga saat ini Jika kalian bertanya, memang dimana Bundamu? Apa sudah meninggal? Maka dengan tegas kukatakan, "Bundaku masih hidup. Beliau amat sangat cantik dan tentu saja sangat sehat tidak kurang satu apapun." Kalian pasti tau bagaimana rasanya mendapat perhatian dari Ibunda kalian? Rasanya memeluk orang yang melahirkan kalian? Pasti senang dan bahagia sekali, bukan? Tapi tidak bagiku Bukan karena aku tidak senang, tapi aku tidak tau rasanya Jangankan memeluk Bunda, sekedar mengharapkan panggilan sayang dari suara lembutnya saja aku seperti punuk merindukan bulan Aku tidak tau pasti bagaimana Bunda? Tapi yang aku tau dari cerita Ayah, Bunda adalah orang yang baik, cantik, ramah, perhatian dan dia sayang sama aku. Tapi bagiku, segala hal tentang Bunda yang Ayah ceritakan, seolah tak pernah cukup Aku ingin lebih dari sekedar tau dari cerita Ayah Aku tak mengerti apa yang terjadi diantara mereka? Dan aku tak peduli alasannya Keinginanku sederhana Aku ingin disapa Bunda dengan lembut. Aku ingin dipeluk Bunda dengan hangat. Hanya itu. Tapi jika aku boleh berharap lebih Aku ingin tinggal bersama mereka dan merasakan hangatnya sebuah keluarga utuh layaknya teman-temanku yang lain. Tapi apakah harapanku bisa menjadi kenyataan? Atau hanya sebuah harapan yang suatu saat bisa terbang lalu kemudian hilang? (Nattaya Hemakshi Adhyastha)

More details
WpActionLinkContent Guidelines