Dhanurendra Kusuma Pranogo. Pemuda itu telah belajar banyak mengenai kehilangan. Keluarga kecilnya berantakan, hal-hal menyakitkan terjadi di depan matanya,. orang-orang tercintanya pergi tanpa pernah bisa kembali. Selang waktu berjalan, ia berusaha untuk bangkit. la kira setelah segala hal menyakitkan terjadi, tinggal senyum yang menanti. Saat itulah, Kinandita Putri berdiri di sana, membawanya keluar dari labirin masa lalu yang gelap, Gadis itu mengajarkannya cara tertawa, juga bahagia. Tapi ternyata, semesta memang kerap kali.suka bercanda. Badai itu belum reda sepenuhnya. Luka itu belum kering seutuhnya. Keberadaan Kinan justru menyeretnya menuju jurang luka yang lebih dalam. Hingga pada suatu titik kelelahannya, ia mulai bertanya-tanya: Mungkinkah semesta mengizinkan ia untuk bahagia?
More details