Undesirable Baby

Undesirable Baby

  • WpView
    LECTURAS 15,550,193
  • WpVote
    Votos 844,168
  • WpPart
    Partes 47
WpMetadataReadConcluida sáb, jul 18, 2020
Sedikit pun tidak pernah terbayang di benak seorang Kinanthi Khairani. Keputusannya pindah kerja demi menghemat biaya hidup di Jakarta malah membuatnya tertimpa kemalangan. Hamil diluar nikah dan akhirnya harus putus kuliah. Di kota besar ini dia bukan apa-apa. Gadis itu putus asa tak tahu harus kemana. "Nggak usah pakai acara resepsi segala. Nanti kalau anak itu udah lahir, aku akan gugat cerai dia!" Ucapan Arya, pria yang sudah merusak hidupnya itu sangat menyakiti hatinya. Kinan gadis biasa yang pernah membayangkan akan menikah dengan orang yang dia cinta. Bukan dengan orang yang sejak awal sudah menggores luka. "Aku sudah siap diceraikan. Nanti suratnya dikirim aja kesini, aku bakalan langsung tanda tangan. Tapi aku mohon sama kamu, Mas. Tolong jangan tes DNA. Kasihan Ara kalau dia sampai tahu." - Kinanthi Khairani - 28 Mei 2016 -
Todos los derechos reservados
#8
kinan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SOLITUDES
  • RadenRatih
  • If We're
  • Alinka's Story! [Completo]
  • Bad Wedding ( Lengkap Dreame )
  • DEHANDAR & AQILLA [YOUNG MARRIAGE]
  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • Sesal Yang Terlambat
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido