Lara
  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 16, 2018
Canda yang tak lagi bersuara. Kelam dalam sebuah penantian. Melaju tanpa arah, pasrah pada keyakinan. Yang satu terluka, dan yang satu lagi terlihat tidak pernah tejadi apa-apa. Tulisan ini tentang pencarian akhir dari cerita yang tak kunjung usai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Waktu
  • Kalevi
  • CHAGRIN
  • Raymentara
  • TITIK LUKA 2
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • HIDDEN I (The End)
  • Benalu [Terbit]

Perihal hari itu, anggap waktu hanya bercanda. Waktu akan berjalan seenaknya tanpa dia tahu setiap seret yang dia tinggalkan selalu menggoreskan luka yang tidak semudah itu untuk disembuhkan. Ditengah hiruk pikuk kota yang tak pernah berhenti, Jeremy merasakan kekosongan dalam dirinya yang tak bisa terucap. Kehidupannya yang biasa biasa saja tiba tiba dihadapkan pada kehilangan yang menghancurkan. Dalam usahanya untuk menyembunyikan rasa sakit, Jeremy menemukan dirinya terjebak dalam labirin emosi yang gelap. Namun ketika cahaya harapan muncul dari sudut yang tak terduga, Jeremy harus memutuskan antara terus meratapi masa lalunya atau memberanikan diri membangun kembali kehidupannya yang hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines