Story cover for Another Avatar by hanchan13
Another Avatar
  • WpView
    Reads 353
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 353
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published May 27, 2016
Getaran yang kurasakan sedikit berbeda saat final-final di video game kelas "S" ataupun menonton video berbau kedewasaan bersama teman-teman.
Walaupun getarannya lebih cepat, tapi terasa sedikit membuatku berpikir bahwa getaran ini membawa kehangatan.
Jika biasanya sebuah pohon karet tua yang tumbuh dari tahun ke tahun akan dalam bentuk yang sama secara garis besar, tetapi hukum alam ini tak berlaku dalam kepalaku.


===
story by : Roro Wanna A.A (kimhanchan)
Cover : Noragami
Editor Cover : Roro W
Thanks to PicsArt

ONLY ON WATTPAD
All Rights Reserved
Sign up to add Another Avatar to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Back Then, I Was Just A Child!  by wrinfoo
25 parts Ongoing
Cerita ini mengalir dalam genre slice of life yang penuh humor sekolah, dinamika antar guru dan murid (tentu sesuai batas moral, kita bukan drama Korea), dan tentu saja: romansa panas antara dua guru tampan dengan sejarah masa lalu yang belum selesai. Dari interaksi konyol di ruang guru, latihan voli penuh gerakan sensual yang tidak disengaja (atau mungkin sangat disengaja), hingga kegiatan kelas biologi yang tiba-tiba berubah jadi ajang adu flirting berkedok pembelajaran anatomi-setiap bab akan membawa pembaca dari tertawa terpingkal-pingkal hingga terjerumus dalam tensi romantis yang bikin kipas angin kerja lembur. Dan jangan lupakan drama kompetisi internal di sekolah: Guru matematika yang fanboy sama M/n. Kepala sekolah yang memaksa Rei untuk jadi ketua panitia outbond hanya karena ingin melihat dua guru ganteng itu bekerja sama. Murid-murid yang membuat fanfic tentang mereka (meta? tentu. Dan kita suka itu). Serta keluarga M/n yang mendadak muncul dan berkata, "Jadi kamu masih suka kak Rei yang dulu kamu gambar dengan krayon di tembok rumah?" Pada akhirnya, ini adalah kisah tentang cinta lama yang tidak pernah padam. Tentang bagaimana kadang cinta pertama bukan hanya luka, tapi juga komedi yang panjang dan penuh akrobat emosional. Apakah M/n bisa bala dendam? Atau justru ia terjebak lagi dalam pesona Rei dan memilih untuk tidak menolak cinta yang akhirnya datang? Yang jelas, author tidak akan membuat ending tragis. Kecuali kamu minta. Tapi untuk sekarang, mari nikmati perjalanan dua pria dewasa dalam balutan seragam guru yang terlalu ketat dan terlalu tampan untuk sekolah biasa. Karena cinta yang pernah ditolak saat umur tujuh tahun... bisa jadi bahan bakar dendam paling seksi di usia dua puluhan. ---
You may also like
Slide 1 of 5
Back Then, I Was Just A Child!  cover
AZAM : Satu Langit Dua Doa  cover
ALEXON [END] cover
Kelopak yang Tertinggal (残されたひとひら/Nokosareta  Hitohira)(Hiatus) cover
Bearly Attracted cover

Back Then, I Was Just A Child!

25 parts Ongoing

Cerita ini mengalir dalam genre slice of life yang penuh humor sekolah, dinamika antar guru dan murid (tentu sesuai batas moral, kita bukan drama Korea), dan tentu saja: romansa panas antara dua guru tampan dengan sejarah masa lalu yang belum selesai. Dari interaksi konyol di ruang guru, latihan voli penuh gerakan sensual yang tidak disengaja (atau mungkin sangat disengaja), hingga kegiatan kelas biologi yang tiba-tiba berubah jadi ajang adu flirting berkedok pembelajaran anatomi-setiap bab akan membawa pembaca dari tertawa terpingkal-pingkal hingga terjerumus dalam tensi romantis yang bikin kipas angin kerja lembur. Dan jangan lupakan drama kompetisi internal di sekolah: Guru matematika yang fanboy sama M/n. Kepala sekolah yang memaksa Rei untuk jadi ketua panitia outbond hanya karena ingin melihat dua guru ganteng itu bekerja sama. Murid-murid yang membuat fanfic tentang mereka (meta? tentu. Dan kita suka itu). Serta keluarga M/n yang mendadak muncul dan berkata, "Jadi kamu masih suka kak Rei yang dulu kamu gambar dengan krayon di tembok rumah?" Pada akhirnya, ini adalah kisah tentang cinta lama yang tidak pernah padam. Tentang bagaimana kadang cinta pertama bukan hanya luka, tapi juga komedi yang panjang dan penuh akrobat emosional. Apakah M/n bisa bala dendam? Atau justru ia terjebak lagi dalam pesona Rei dan memilih untuk tidak menolak cinta yang akhirnya datang? Yang jelas, author tidak akan membuat ending tragis. Kecuali kamu minta. Tapi untuk sekarang, mari nikmati perjalanan dua pria dewasa dalam balutan seragam guru yang terlalu ketat dan terlalu tampan untuk sekolah biasa. Karena cinta yang pernah ditolak saat umur tujuh tahun... bisa jadi bahan bakar dendam paling seksi di usia dua puluhan. ---