We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Unknown

Unknown

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 21, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Ruangan yang bernuansa putih tanpa debu sedikitpun ditambah dengan bau obat-obatan yang menyengat. Dengan pasti aku menimang2 obat2 an yang akan digerus menjadi obat syrup.setelah selesai,aku menagmbil satu botol obat dan pyur obat tadi aku masukan kedalam botol obat.setelah itu,aku kembali menaruhnya dinakas dan pergi meninggalkan ruangan itu. Tiba-tiba seseorang berjalan terburu-buru masuk kedalam ruangan dan tak sengaja menabrakku. "Ahh..mianhe uisa-nim...(maafkan aku dokter..)aku tidak sengaja..."ucapnya menunduk. "Kemana kau saat waktu kusuruh meracik obat?"tanyaku ketus. "Ta..tadi aku sedang menerima telephone..dokter.." Aku mengambil nametag yang tertera di seragamnya dan membaca namanya. "Emhh..jangan dokter...maafkana aku..."ucapnya memohon. "Kim Yoon Ra..nama yang tidak familier,apa kau apoteker baru?"tanyaku.dia mengangguk pelan. "Ne uisa.." "Ne!Kim Yoon Ra..kau baru saja bertatap wajah denganku langsung mendapat hal yang tidak berkesan." Cercahku tajam.
All Rights Reserved
#20
queennakey
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • My Life ( Lookism edition )
  • Escapism: Love At 21st Century
  • Blue Trapped In BL Novel
  • Hai Januari

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines