Si Kabayan Ngalalana

Si Kabayan Ngalalana

  • WpView
    Reads 557
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 27, 2016
Kabayan merupakan tokoh imajinatif dari budaya sunda yang juga telah menjadi tokoh imajinatif masyarakat umum di Indonesia. Polahnya di anggap lucu, polos, tetapi sekaligus cerdas. Si Kabayan adalah tokoh Ambivalen. Selain sebagai penghubung dan pewarta dari sang pencipta semesta, ia juga di nilai sebagai tokoh yang mewakili totalitas tetapi juga menghambat. Cerita - cerita lucu mengenai kabayan di masyarakat sunda di tuturkan turun temurun secara lisan sejak abad ke- 19 sampai sekarang. Seluruh cerita kabayan juga menggambarkan kehidupan sehari - hari masyarakat sunda yang terus berkembang sesuai zaman.
All Rights Reserved
#18
hystorical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Detik Ketika Daun Jatuh
  • Beside the Office Desk ‐ Jaeyi Seulgi [END]
  • Chrismuth family (END)
  • Cypress Family || Enhypen
  • Jejak Sunyi Diantara Hari

Setiap anak tak pernah meminta untuk dilahirkan. Mereka hadir karena keputusan orang tuanya. Seperti kata Papa dalam buku diary yang ditulisnya, "Kamu bukan kesalahan. Kamu adalah anugerah dan hadiah terindah yang Tuhan berikan. Kamu-Kara Laksana Banyu Alam-anak Papa. Jagoan kecil pemilik hati Papa seutuhnya." Meskipun garis takdir membawa Kara berpisah dengan papa, bahkan sebelum ia sempat mengenali sosoknya, Kara percaya bahwa papa begitu mencintainya. Tanpa syarat, tanpa tapi. Kara tetap menjadi anak yang bahagia, ia bangga menjadi anak papa. Hingga kisahnya harus dimulai ketika ia dikirim ke Bandung, hidup seorang diri di usianya yang masih sangat muda. Berperang dengan segala hal yang membuatnya mengerti apa arti hadir sesungguhnya. Kara yang awalnya tak tahu apa itu rasa "sakit", berakhir menjadi pecandu luka yang membuatnya terperangkap dalam kata "baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines