Cold In Black

Cold In Black

  • WpView
    Reads 525
  • WpVote
    Votes 149
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 9, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
PROLOG Aku terus berlari hingga aku tak lagi merasakan lelah di kedua kakiku. Hutan gelap ini menjadi tempat pelarian yang harusnya pantas kulalui. Napasku terengah-engah. Dengan sekuat tenaga aku berusaha melenyapkan diriku dari kejarannya. Dia masih berada di belakangku, mengejarku dengan beringas dan membuatku ketakutan setengah mati. Akhirnya kusadari dia telah sangat dekat dan hampir dapat mendahuluiku. Aku menyerah. Kini kurasakan letih di sekujur tubuhku dan kakiku terkulai lemas. Akupun terjatuh dan tersungkur di tanah yang hitam basah dengan napas tersengal. Kini dia berhasil menjangkauku dan menatapku dengan wajah kakunya. Aku menangis ketakutan. Hutan ini begitu suram dan tatapan matanya menerkamku. Aku berusaha menjauh darinya yang bahkan sudah pasti sia-sia. Dia menginjak ujung gaun hitam di kakiku -- mencoba menghentikan tubuhku yang berusaha merangkak menjauh darinya. "Kenapa kau lari dariku, Sayang?" suara dinginnya mulai menembus telingaku.
All Rights Reserved
#960
sadness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLOSER
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Forgiveness
  • WHISPER OF LOVE (SELESAI)✅
  • A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)
  • ��💔How If, I Love You Too💙✓
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Let Me Love You Longer
CLOSER

[ON GOING] *Fiksi Remaja [15+] Lebih dekat karena pertemuan. Hadirnya tidak terduga mengisi bagian dari kisah nyata dunia. Aku kira hanya sekedar lewat, ternyata malah semakin mendekat. Entah akan bertahan lama atau hanya sebagai bagian dari cerita hidup saja. _____ Aku hidup dalam kepura-puraan dengan suasana kelabu, bahkan dengan teka teki yang terus membelenggu. Diriku sendiri susah memahaminya apalagi kamu, Kania. Berhentilah karena aku hanya membawa luka tanpa bisa menyembuhkannya. ~Ragil Araga~ Aku sudah terbiasa terluka dan kecewa, jadi tidak perlu membicarakannya. Jangan terlalu mendorongku pergi, karena bisa jadi aku adalah jawaban dari semua teka teki yang sedang membelenggumu kini. ~Kania Sukma~ _____ *Maaf jika cerita ini masih memakai latar dan waktu masa remaja yang duduk di bangku SMA. Sangat membosankan bukan? Tapi cobalah untuk membaca prolognya, siapa tahu sangat penasaran apa yang ada dalam epilognya. Semoga saja berkenan membaca. Terima kasih atas perhatiannya. *I created my story just for fun. If you vote and comment, i'll be very grateful. *Cerita pertama yang aku buat di wattpad. CHECK IT OUT!!!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines