غلاف قصة 100 DAYS بقلم bryancendekia
100 DAYS
  • WpView
    مقروء 7
  • WpVote
    صوت 0
  • WpPart
    فصول 1
  • WpView
    مقروء 7
  • WpVote
    صوت 0
  • WpPart
    فصول 1
مستمرّة، تم نشرها في مايو ٢٨, ٢٠١٦
(CHAPTER 3)

Buku Chapter 2 sudah saya buat.

Angel dan Alvin pun menolong Karin yg terikat.
Karin seperti mayat yg hidup lalu Karin mengatakan ia ingin daging manusia.
Pada saat itu suara aneh pun terdengar dari gudang, Alvin dan Angel berlari keluar dari gudang dan dikejar oleh MANUSIA ANEH yg dibuat oleh Randy.
"Cepat Angel !" Kata Alvin.
"Gua udah capek banget" kata Angel.
"Ya udah gua gendong lu aja" kata Alvin.
"Emanv lu kuat ?" Kara Angel.
Alvin pun megendong Angel.
Mereka terkepung di sekolah karena sangat banyak MANUSIA ANEH.
" Alvin gimana nih" kata Angel.
"Lu tenang aja, gua akan lindungin lu" kata Alvin.
"Lu suka sama gua ya ?" Kata Angel.
"GR banget sih lu" kata Alvin.
(Padahal Alvin memang suka dengan Angel)
Alvin terjatuh dan Alvin menyuruh untuk lari.
"Kalau gua mati, lu ingat gua tetep suka ama lu" kata Alvin.
"Gua juga suka ama lu" kata Angel.

ALVINNNNNNNNNN!!!!!!

Angel sekarang hanya anak yatim piatu.
Ia juga pindah sekolah.

TAMAT
جميع الحقوق محفوظة

1 فصل

قم بالتسجيل كي تُضيف 100 DAYS إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Stay (Away) بقلم hazelaice
64 أجزاء مكتمِلة
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b