Story cover for Nath. by novellabe
Nath.
  • WpView
    GELESEN 976
  • WpVote
    Stimmen 134
  • WpPart
    Teile 9
  • WpView
    GELESEN 976
  • WpVote
    Stimmen 134
  • WpPart
    Teile 9
Laufend, Zuerst veröffentlicht Mai 28, 2016
Kalian tahu bagaimana rasanya mencintai tanpa bisa memiliki? Sulitnya menumbuhkan kepercayaan yang telah lama hilang? Sakitnya ditinggalkan setelah berhasil menumbuhkan kepercayaan? 
Bagaikan merawat bunga layu yang telah dicampakkan si pemilik, selepas dari pengorbanan untuk kembali membuat bunga layu itu menjadi bermekar indah kemudian dengan santainya si pemilik datang mengambil alih dan berpendirian bahwa itu miliknya. Adilkah? 

-NB
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Nath. zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Jovanka dan Abang Kembar von LeenooYed
64 Kapitel Laufend
Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 9
Traces in the Light  cover
Sahabatku Cintaku: Tersimpan [Republish] cover
Jovanka dan Abang Kembar cover
Love a long cover
Tentang Lionel : Cerita dari Catherina cover
Masih Adakah Aku Dihatimu?? ~END~ cover
Soal Rasa 2 cover
Ik Hou Weer Van Je cover
Anugerah Terindah  cover

Traces in the Light

20 Kapitel Laufend

Traces in the Light Sebuah kisah tentang kehilangan, pengorbanan, dan harapan. Sudah tiga tahun sejak Nandika dan Raya berjalan ke arah yang berbeda. Bukan karena cinta mereka telah padam, tapi karena saat bersama, mereka justru saling melukai. Kini, Nandika mencoba menata hidupnya kembali. Ia memutuskan pergi ke sebuah tempat yang damai dan menenangkan untuk berlibur beberapa bulan,berharap bisa berdamai dengan semua kenangan yang belum juga usai. Namun, di tempat sunyi itu... Sebuah pertemuan tak terduga mengusik luka lama yang belum benar-benar sembuh. Di kejauhan, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal-seseorang yang pernah mengisi harinya dengan cinta dan luka. Tapi ketika ia hendak memastikan, sosok itu lebih dulu pergi... meninggalkan pertanyaan menggantung di dadanya: "Apakah itu benar Raya... atau hanya bayangan dari rindu yang belum selesai?" Sementara itu, Raya hidup dengan ingatan yang tak lagi utuh. Ia mencoba menjalani hari demi hari, ditemani seseorang yang mencintainya tanpa syarat-yang selalu ada, bahkan saat Raya tak lagi tahu siapa dirinya dahulu. Dan di tengah terang yang samar, dua hati yang pernah saling menggenggam kini berjalan di garis yang nyaris bersinggungan. Apakah cinta yang pernah begitu kuat bisa menembus gelapnya ingatan? Atau justru... Takdir telah menyiapkan akhir yang lebih sunyi dari perpisahan?