Heart
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 28, 2016
"Aku salah apa Do sampe kamu mutusin aku?" Tanya Sesil teramat sedih. Ia di putuskan saat jam istirahat dan tepat di kantin sekolah yg di huni oleh banyak murid. "Lo salah apa? Lo itu Cupu! Jelek! Gue cuman laksanain ToD aja kalo gak mana mungkin gue mau sama lo! Dan, gue pacaran sama Rani, cewek famous di sekolah ini! Dia lebih dari pada lo yg ewwh jijik gue! Pergi lo dari hadapan gue!" Bentak Aldo kepada Sesil "Oke kalo itu mau kamu! Aku pergi! Dan ingat aku akan kembali lagi! Ingat itu" Ancam Sesil kepada Aldo dan Rani. Sejak saat itu Sesil pindah sekolah dan tidak di ketahui oleh siapapun disekolah dimana ia pindah. New Story guys!! Happy Reading!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • ReyRa
  • ALSHA
  • Cold Seniors •END
  • Cewek Culunku (Completed)
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • My Doll {END}
  • Long Walk With You
  • The Twin Hearts
  • Natasya And Senior Bad

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines