Yang Hilang di Mei '98

Yang Hilang di Mei '98

  • WpView
    LECTURAS 39,563
  • WpVote
    Votos 3,326
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContenido adultoConcluida sáb, may 28, 2016
WpInfo
Ficción
Histórica
Untuk 15 tahun ke atas. 12-14 Mei 1998 merupakan salah satu masa terkelam di Indonesia. Akibat permainan elit politik, masyarakat yang kecewa dan tertekan oleh kondisi ekonomi harus merendahkan martabatnya dengan melakukan penjarahan, pembunuhan, pembakaran, dan pemerkosaan. Akibatnya sesama warga Indonesia harus menanggung kehilangan yang begitu besar baik secara material (kerusakan infrastruktur, kerugian finansial) maupun non-material (kematian, cedera fisik maupun kejiwaan). Sayangnya sampai saat ini dalang maupun pihak yang mengambil kesempatan dalam kerusuhan tidak diusut secara tuntas. Cerita pendek ini mengisahkan sebuah keluarga sederhana yang terjebak dalam tragedi Mei 1998 di Jakarta. #Wattys2016 #WattysID #VisualStory
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Di Antara Puing dan Harapan
  • KATASTROFE
  • KELAS '98
  • Mala (END)
  • Di Balik Cermin Retak
  • Bandung Lautan Api, 2042
  • CIRCLE [Revisi]
  • 𝗖𝗿𝘂𝘀𝗵, 𝗧𝗵𝗲𝗻 𝗖𝗹𝗮𝗶𝗺
  • Spiegel Kagami

Di tengah gejolak reformasi Indonesia tahun 1998, Kwee Yángguāng, seorang mahasiswa yang kehilangan ayahnya dalam kerusuhan, bergabung dengan kelompok mahasiswa yang berjuang melawan ketidakadilan dan korupsi yang merajalela. Bersama teman-temannya-Budi, Rudi, Andi, Maria, dan Sarah-mereka bertekad mengungkap praktik korupsi mantan presiden Soeharto yang menjadi penyebab krisis moneter. Dalam perjalanan perjuangan mereka, Yángguāng menemukan cinta dalam diri Maria, seorang mahasiswi berani yang berbagi visi untuk perubahan. Keduanya saling mendukung, menggali informasi dan merumuskan strategi untuk menggerakkan masyarakat melawan ketidakadilan. Namun, semakin dalam mereka menyelidiki, semakin besar risiko yang mereka hadapi. Ketika organisasi mereka menjadi target pemerintah, mereka diculik dan disiksa untuk menghentikan penyelidikan mereka, dengan informasi berbahaya yang mereka miliki, akhirnya menjadi masalah baru bagi mereka. Apakah mereka akan berhasil mencapai tujuan mereka?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido