Cascade

Cascade

  • WpView
    Reads 962
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 9, 2018
Aksara Bisma. Cowok super baku yang kalo ngomong harus saya-kamu. Baginya, setiap sisi dari sastra adalah indah. Seperti cinta. Askara Bisma. Cowok super tengil yang gak pernah bisa serius. Selalu berdecak kesal kalau kakak kembarnya - Aksa - mulai membicarakan sastra. Ampun deh! Hari gini?? Helawwww..... Chandra Kelana. Cewek super beruntung yang punya jagoan neon kayak Aska dan Aksa. Pacar dan Sahabatnya. Pokoknya, Lana itu selalu bikin semua orang iri dengan keberuntungan hidupnya. Meemyselfi. Author. Yang akan merubah seluruh hati dan hidup kalian bertiga. Ayo, taruhan. Diantara kita berempat, takdir bahagia berpihak pada siapa? Cover by SeasonalWriters
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hope You (DISCONTINUED)
  • Dendelion🍀
  • AKSARAYA✅ [COMPLETED]
  • ARZARA
  • Aksara [VERSI PDF FULL]
  • When Love Walked In
  • YOU ARE MINE [END]
  • Bumantara Aksara || Haechan (END)
  • Sebersit Rasa
  • [✔] AKSARASSA

Sebelumnya inzie tak pernah menyangka akan mendatangi rumah yang sudah selama 6 tahun ini ia tinggalkan. Rumah yang penuh dengan kenangan pahit. Rumah dimana batinnya terus disiksa. Seharusnya inzie tahu, bahwa ketika ia menginjakkan kakinya kembali disini. Ia sudah tak akan sebebas dulu lagi. "Kak, kata mama aku punya seorang kakak yang akan datang. Dan itu adalah kakak. Kakak memiliki mata hijau, persis seperti yang mama ceritakan. Jadi, kak namaku Arnessa. Kalau kakak siapa? Kata mama aku harus bertanya sendiri." Saat Arnessa menyebutkan nama "mama" berulang kali. Itu membuat pandangan inzie semakin dingin. Ia menyentak kasar tangan arnessa yang masih betah melingkari pergelangan tangannya. "Dengar ya, sampai kapanpun aku tidak mempunyai adik. Ingat itu baik-baik." Perkataan penuh penekanan yang dilontarkan oleh inzie membuat arnessa terhenyak. Ternyata kakaknya tak menyukai keberadaannya. Copyright © by inestyanifa

More details
WpActionLinkContent Guidelines