Sorry, I Choose Him

Sorry, I Choose Him

  • WpView
    Reads 3,860
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Sat, Nov 19, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta? Diara tidak tau. Pelarian? Mungkin saja. Alva begitu sempurna untuk sekedar dijadikan pelarian. Cinta baru memang patut digenggam ulang. Entahlah, semua tidak mudah dibayangkan, apalagi dijalankan. Bagi Diara, cinta selalu rumit, terlebih setelah cinta lamanya menghilang karna menemukan cinta yang lebih baik. Dirinya belum begitu terbuka untuk menerima cinta baru, meski hatinya sudah berteriak untuk meminta penduduk baru. Jadi, mampukah Diara menerima Alva sebagai pengganti cinta lamanya? Shoot of Adiara Jovanna and Alva Danial Putra. #1
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • ALATAS
  • ElVandra(Completed)
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • Sebatas Angan Senja
  • Aksa-Dara [SELESAI]
  • My Lovely Eks
  • Cinta Gadis Biasa [On Going]

Aira pernah terpuruk. Cintanya yang terlalu besar pada Evan pernah membuatnya gila ketika pria itu memilih meninggalkannya demi menikahi wanita lain. Dalam masa kelam itu, Aira tidak menemukan sebuh kewarasan selain mati untuk mengakhiri rasa sakit yang selalu mendera jiwanya. Beruntung, orang-orang yang sungguh menyayangi Aira bersusah payah mengembalikan binar ceria di balik netra wanita itu. Tak lain dan tak bukan karena mereka tak ingin lagi menemukan jiwa itu tergeletak tak berdaya menjemput kematian. Aira harus sembuh. Aira harus terlahir kembali. Aira pantas untuk mencecap bahagia dengan pria yang tak sengaja mencintainya tanpa jeda. Semua berjalan sesuai rencana pada mulanya. Namun, semesta sepertinya ingin menguji Aira sekali lagi. Dalam hitungan minggu menuju hari bahagianya, Aira kembali bertemu Evan. Tidak ada yang salah dari pertemuan itu jika saja Evan tidak dengan kurang ajarnya meminta Aira menikah dengan dirinya. Apalagi Evan dengan sengaja mengancam akan menceritakan seberapa jauh kisah cinta yang sudah terjalin di antara keduanya pada calon suami Aira. Lalu, mana yang akan Aira pilih? Masa depan yang tengah sukacita dia sambut atau masa lalu yang kini tengah sukacita menyambutnya kembali? ...................... "Bagaimana kalau aku menceritakan pada calon suamimu itu seberapa keras jeritan kenikmatanmu saat kita mencecap nirwana bersama pertama kali?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines