Cross Road

Cross Road

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 29, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
'Saat ku membuang nafas, tiba-tiba pandanganku mulai menggelap...' Bagaimana rasanya jika ada seseorang yang tiba-tiba mengikutimu, dan ternyata dia adalah... *Dor!* :v Stres UKK ditambah lagi sakit, yaa jadi gini deh. Lagi-lagi oneshot (ya nggak juga sih, ada partnya tapi dalam satu waktu), karena males bikin yang sambung menyambung tapi nggak pernah jadi satu :3. Enaknya ratenya apa ya? Teen aja deh, nggak jauh-jauh dari pembuatnya yang masih 16. Hai, douzo yonde itte kudasai ^_^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • YEON ^26^
  • Bara [REVISI]
  • Guntur ; BAD BOYFRIEND [SUDAH TERBIT]
  • The Real Of Me
  • The Multiple Personality
  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Rätsel ( Revisi )
  • Unfortuned Girl : My First Crush
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines