Berteman dengan Luka

Berteman dengan Luka

  • WpView
    Reads 886
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 19, 2016
Sejak kanak-kanak aku seolah sudah berjodoh dengan luka. Sudah terbiasa dengan tangis, sudah lekat dengan kecewa. Lucunya lukaku tidak hanya sampai di situ ternyata, aku kembali terluka di setiap pertambahan umurku. Dikecewakan, dikhianati, dibohongi, diberikan janji serta harapan manis lalu di hempaskan begitu saja, aku sering. Bukan hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali. Di setiap jatuh yang katanya tumbuh, aku justru semakin merasa terpuruk bahkan di pojokkan oleh dunia. Lantas di sebelah mana suka yang katanya berdampingan dengan duka? kurasa orang-orang berbohong perihal itu. ini kisahku. Yang sedang mencoba menerima bahwa kenyatannya, mau tidak mau, aku harus terima berteman dengan luka.
All Rights Reserved
#651
feeling
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Behind After
  • about us and him ✔️
  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • Rintik Hujan
  • I Hate Rain
  • Cahaya [COMPLETED]
  • CATUR [END]
  • Rain Drop (Hujanpun Tahu Bahwa Aku Merindukanmu)

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines