Rainbow Love

Rainbow Love

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 31, 2016
Bagaikan campuran warna dalam pelangi. Cinta pun memiliki banyak warna di setiap cerita. Ini Rainbow love series pertama. Tak ada yang tau jika kau akan kembali pada cinta pertama mu. Dia yang pernah mengisi hari-hari mu harus kembali ke pulang ketempat asalnya. Cinta pertama? Forever love? Masih adakah dia yang bertahan menahan cinta itu sendiri? Menjaga cintanya dari kejauhan. Melihatnya bahagia membuat mu bahagia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • a RAINBOW
  • SVT: Mingyu
  • Will You Be My Love Rain?
  • First Love → DK
  • Love, Hurt, and Revenge
  • Perjodohan Kuno✅
  • Irreplaceable First Love
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Stay With Me, Please
a RAINBOW

Apa mungkin kau hanya ingin menjadi seperti pelangi yang memberi warna duniaku setelah hujan, tapi hanya sejenak lalu pergi meninggalkan? Apa mungkin kau adalah orang yang mendampingi aku melihat pelangi yang selalu sama dengan sosok yang menemani aku saat hujan dan petir? Semesta selalu berikan pelajaran yang sangat berharga tentang keindahan warna pelangi yang beraneka ragam. Pelangi mengajarkanku bahwa yang indah hanya sesaat. Seperti halnya pelangi yang belum tentu indah jika hanya terdiri sari satu warna,.....aku hadapi badai ini dengan berani, aku tunggu kapan Pelangi itu datang, meski hatiku tak lagi utuh, meski cintaku tak lagi penuh, penuh luka dan sayatan yang kau torehkan berkali- kali!! Dear Rainbow,.... I don't know what will happen in the future,... I don't know whether we' ll be together or not. All I know you're the best thing that ever happened to me. You're like the most precious God gifted to me. Being with you makes me feel like I'm with my self. Diam ku itu bukan tak ingin berkata, aku hanya takut pikiranmu tak mampu mencerna perkataanku, dan lisanku membuatmu luka,....

More details
WpActionLinkContent Guidelines