Mendung Tak Bererti Hujan

Mendung Tak Bererti Hujan

  • WpView
    Reads 1,097
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 4, 2016
Kehidupan yang penuh bahagia sudah pun hilang setelah Tasya kehilangan bapa kandungnya. Konflik kehidupan anak gadis kampung berusia 22 tahun semakin meruncing setelah dirinya difitnah pihak yang tidak bertanggungjawab. Kisah rekaan semata-mata tiada kaitan antara yang hidup ataupun yang telah mati.
All Rights Reserved
#34
imaginasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Langit Berhenti Bertanya ✓
  • 2 Kali Cinta
  • Hikayat SULANTARA "kebangkitan Waris KeSembilan."
  • Pergilah Rindu (ON GOING)
  • Violet
  • Nuzul Fatihah
  • SUNTI UNTUK TUAN MIZAN (C)
  • Sempurna Adanya Kamu
  • Jagalah Hatinya

Ada orang lahir untuk disayangi. Ada orang lahir untuk dilukai. Aku? Aku lahir untuk dilupakan. Setiap hari, aku pandang langit. Aku tanya, bila semua ini akan berakhir? Bila mereka akan berhenti benci? Bila suara aku akan cukup kuat untuk didengar? Tapi langit hanya pandang. Langit hanya diam. Dan akhirnya aku faham, ada manusia yang ditakdirkan hidup sebagai bayang-bayang. Ini cerita tentang seorang gadis yang dipinggirkan dalam rumah sendiri, dituduh atas dosa yang dia tak pernah buat, dihukum atas kesilapan orang lain, dan pergi tanpa seorang pun benar-benar peduli. Ketika Langit Berhenti Bertanya adalah kisah tentang kehilangan yang tak pernah diberi peluang untuk diselamatkan, tentang penyesalan yang terlalu lewat, dan tentang langit yang akhirnya letih menjadi saksi, dan memilih diam. "Langit pernah jadi saksi, sebelum akhirnya pun memilih diam."

More details
WpActionLinkContent Guidelines