Ketika Indah Menjadi Abu

Ketika Indah Menjadi Abu

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 9, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Tagsdia
Yah.. Inilah aku dengan segala kekuranganku. Disaat aku menginjak umur ke 19 tahun disaat itulah aku merasa keegoisanku memuncak. Dirikumerasa terlalu egois. Aku mempunyai banyak teman. Dengan watak dan karakter yang berbeda. Mungkin inilah awal dari kehidupan sebagai seorang mahasiswa. Setiap hari aku mejalani rutinitas ku. Pergi ke kampus mengikuti pelajaran, mendengarkan celoteh para dosen, gosip-gosip bertebaran dari mulut teman teman kelas ku. Aku hanya diam. Diam adalah cara ku untuk berpikir jernih. Disaat jam kosong terkadang aku mengisi dengan memikirkan aku untuk masa depan. Mau jadi apa diri ini? Aku berfikirr berfikirr dan selalu berfikir. Akankah aku sukses untuk kemudian hari? Dengan keterbatasan ilmu dan cara belajar ku yaa..seperti ini adanya. Hmm... Aku ingin merasakan apa yang mereka rasakan. Ya.. Merasakan hangatnya suatu keluarga besar. Aku ingin disaat aku kelelahan sepulang dari kampus. Aku ingin mendengar suara mama. Yaa aku merindukan seorang mama. Tak ada yang
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Become Baby Boy✓
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • New Possessive Family
  • philopobhia
  • ALEYA~~
  • Bertumpu

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines