“Mengapa kau mengikutiku?” Pria bernama Age itu membalikan badannya, dia merasa risih karena perempuan itu terus mengikutinya sejak dari pelataran parkir kantornya. Age paling malas berurusan dengan makhlus halus, selalu merepotkan. Perempuan itu menghela nafas lega. “Kau bisa melihatku?” Mata perempuan itu terlihat berkaca-kaca setelah hampir tiga hari ini ia berkeliaran akhirnya ia menemukan orang yang bisa melihat dan menyadari keberadaannya. Perempuan itu terlihat putus asa, “Boleh aku minta tolong padamu?” Perempuan itu memandang penuh harap pada Age. Age tidak peduli, bukankah selalu seperti itu? Meminta bantuannya tapi Age tidak peduli karena itu bukan tugasnya. Masih banyak yang harus dikerjakan Age jadi tidak ada waktu untuk mengurusi makhluk yang sudah berbeda dimensi. Saat pintu lift terbuka, Age langsung masuk ke dalam lift dan perempuan itu berhenti mengikutinya karena pintu lift sudah tertutup. Age tersenyum penuh kemenangan karena ia berhasil mengelabuinya. *** Perempuan itu bernama Shendy, ia tidak mengerti mengapa ia bisa ada di sini. Tiga hari ia berkeliaran di taman ini tapi mengapa semua orang mengacuhkannya seperti menganggapnya tidak ada. Mengapa hanya pria itu yang bisa melihatnya? Banyak pertanyaan yang terlintas di otak Shendy tapi ia semakin frustasi karena tidak dapat menemukan jawabannya. Mengapa Shendy hanya bisa mengingat namanya saja? Berulang kali ia mencoba memeras otaknya hanya untuk mengingat siapa sebenarnya dirinya tapi ia tidak menemukan sedikitpun jawabannya. Sepertinya hanya pria itu yang bisa membantunya keluar dari kebuntuan ini tapi melihat sikap pria itu yang tidak bersahabat, Shendy tidak yakin pria itu akan membantunya. ***
More details