5 Idiots.

5 Idiots.

  • WpView
    Okunma 39,540
  • WpVote
    Oy 1,777
  • WpPart
    Bölüm 24
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cum, Oca 27, 2017
WpInfo
Kurgu
Romantik
Saat 5 makhluk idiot dipertemukan dan dipersatukan dalam sebuah hubungan bernama persahabatan. Dan akhirnya mereka berlima memutuskan untuk membuat sebuah grup atau genk. Namun perlahan-lahan, kekejaman takdir mulai menghampiri mereka. Mengambil satu per satu dari mereka. Akankah mereka tetap bersama dengan segala cobaan yang telah mereka dapat? Atau mereka akan berpisah dan berjalan masing-masing di jalan nya sendiri? Tak ada yang tahu selain Tuhan dan author(?) Mau tau kelanjutannya gakkk? Kalo mau ayo baca sekarang! ----------- *Author amatir.* P.s : Tolong maafkan jika ada typo. P.s.s : hargai author. Menulis bukanlah hal yang mudah, dan tidak semua orang berani untuk mempublikasikan karyanya jadi tolong di hargai:) ---------- Cover by you-kno-who.
Tüm hakları saklıdır
#14
cella
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • HILDAN'S STORY
  • Ananta Bandhana
  • MY BOYFRIEND! || NOMIN-TIDAK DI LANJUTKAN LAGI.
  • Leader Girl (END)
  • Oneng & O'on
  • Sepekan Penuh Sayang [Tamat] || Jeno & NCT Dream
  • GEVRONZ
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • My Five Younger's Brother [M5YB]

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi