Sweet Could Guy

Sweet Could Guy

  • WpView
    LETTURE 1,685
  • WpVote
    Voti 64
  • WpPart
    Parti 19
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, set 11, 2024
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
" lo harus mau berpura-pura jadi pacar gue TITIK" ucap Rangga menekankan kata'titik' diakhir kalimat. " Tapi--" "Rangga!" seru seseorang memotong ucapan Kalila. Rangga celingak-celinguk mencari seseorang yang memanggilnya. " eh... Hai" sapa Rangga kepada seseorang yang memanggilnya. Kalila mengalihkan pandangannya ke arah lain tanpa berniat menyapa mereka, ketika mengetahui siapa yang menyapa Rangga. "Lagi sama siapa lo?" tanya Aldi melihat cewek yang duduk berhadapan dengan rangga, yang membelakangi mereka. Rangga memandang kalila yang tak berminat memandang kemesraan sepasang kekasih yang menghampiri mereka. "Mungkin ini saatnya.. Well permainan dimulai." seru Rangga dalam hati. "Oh.. Gue sama pacar gue" ucap Rangga membuat Kalila menatapnya tajam. Yang hanya dibalas Rangga dengan kedipan mata. Kalila memiliki tetangga baru pindahan dari Jakarta namanya Rangga tetangganya yang super menyebalkan tapi juga bikin bete karena di sekolah jadi super star yang dipuja-puja. Harapan kalila memiliki tetangga ganteng yang bisa digebet plus dijadiin pacar, supaya tidak gigit jari kalau melihat Aldi asyik pacaran sama sindy harus dia kubur. Seiring berjalannya waktu sosok Rangga jadi begitu berbeda di mata Kalila. Rangga yang menjengkelkan ternyata memiliki sisi berbeda, terlihat dari sikap perhatian yang Rangga lakukan disaat bersamanya. Tapi, dilain sisi Kalila sedang dekat dengan Reza. bagaimana cara Kalila agar mengetahui perasaannya? Kepada siapakah dia menjatuhkan hatinya?
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • GHAVARI
  • BarraKilla
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Kamu
  • Rangga Sasya
  • SELA ta KEY [END]
  • Still You (Completed)
  • Strong Girl Michella (END)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
GHAVARI

Sejak awal, Ghava tidak pernah membayangkan namanya akan berdiri di depan barisan OSIS, memakai jas hitam dengan logo sekolah di dada. Ia anak yang lebih suka duduk di belakang, bercanda dengan teman, dan pulang tepat waktu untuk sekedar berlatih basket. Semuanya berubah karena satu formulir pendaftaran yang diisi diam-diam oleh temannya. "Biar seru aja Va. Masa OSIS isinya orang itu-itu lagi," ujar temannya kala itu, sembari tertawa dan menyerahkan berkas itu ke panitia tanpa sepengetahuan Ghava. Ghava mengira itu hanya lelucon. Sampai hari pengumuman. Nama Ghava Adimas Praharja tercetak paling atas. Terpilih sebagai Ketua OSIS periode ini. Bukan karena visi misi. Bukan karena pidato yang menggelegar. Tapi karena keisengan temannya yang berujung tanggung jawab besar. Di minggu-minggu pertama, Ghava kewalahan. Rapat yang tak ada habisnya, proposal yang harus dikejar deadline, acara Porsema yang menuntut dia turun langsung sebagai pemain basket sekaligus penanggung jawab supporter. Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti