" lo harus mau berpura-pura jadi pacar gue TITIK" ucap Rangga menekankan kata'titik' diakhir kalimat.
" Tapi--"
"Rangga!" seru seseorang memotong ucapan Kalila.
Rangga celingak-celinguk mencari seseorang yang memanggilnya.
" eh... Hai" sapa Rangga kepada seseorang yang memanggilnya.
Kalila mengalihkan pandangannya ke arah lain tanpa berniat menyapa mereka, ketika mengetahui siapa yang menyapa Rangga.
"Lagi sama siapa lo?" tanya Aldi melihat cewek yang duduk berhadapan dengan rangga, yang membelakangi mereka.
Rangga memandang kalila yang tak berminat memandang kemesraan sepasang kekasih yang menghampiri mereka.
"Mungkin ini saatnya.. Well permainan dimulai." seru Rangga dalam hati.
"Oh.. Gue sama pacar gue" ucap Rangga membuat Kalila menatapnya tajam. Yang hanya dibalas Rangga dengan kedipan mata.
Kalila memiliki tetangga baru pindahan dari Jakarta namanya Rangga tetangganya yang super menyebalkan tapi juga bikin bete karena di sekolah jadi super star yang dipuja-puja. Harapan kalila memiliki tetangga ganteng yang bisa digebet plus dijadiin pacar, supaya tidak gigit jari kalau melihat Aldi asyik pacaran sama sindy harus dia kubur. Seiring berjalannya waktu sosok Rangga jadi begitu berbeda di mata Kalila. Rangga yang menjengkelkan ternyata memiliki sisi berbeda, terlihat dari sikap perhatian yang Rangga lakukan disaat bersamanya.
Tapi, dilain sisi Kalila sedang dekat dengan Reza.
bagaimana cara Kalila agar mengetahui perasaannya? Kepada siapakah dia menjatuhkan hatinya?
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧
Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭
"Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku."
"Shit! Diem, Bego!"
"Maaf."
"Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya."
"...."
"Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo."
"Barra, dada aku sakit."
"See? Lo minta dikasihani lagi?"
"Maaf."
"Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani."
"Barra, kamu beneran mau aku pergi?"
"Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo."
"Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah."
"Gue nggak mau lihat lo lagi."
"Hehehe."
"...."
"Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa."
I loved, and I loved and I lost you.
I loved, and I loved and I lost you.
I loved, and I loved and I lost you.
Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan.
"Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?"
•
Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu.
•
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!