If You Love Someone

If You Love Someone

  • WpView
    Reads 1,142
  • WpVote
    Votes 246
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 16, 2016
Tak ada perempuan dan laki-laki yang ditakdirkan bersahabat. Pasti salah satu dari mereka akan ada yang memiliki perasaan lebih dari sababat. Dan mereka berdua akan merasakan sakit, karena terlalu dalam jatuh satu sama lain. Tapi apakah Arnel dan Leon bisa membuktikan mereka bisa bersahabat? Atau justru mereka sama dengan yang lainnya? Jatuh dan merasakan sakit. Semua tergantung mereka berdua yang memiliki perasaan. Dan sadar dengan perasaan yang mereka rasakan tersebut. *** CERITA INI HANYA ADA DI AKUN @freakypan. DILARANG KERAS MEMPLAGIAT, MENCOPY, ATAU MEMPERBANYAK!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Triangle 2
  • Stranger | Orine
  • Kamu Milikku
  • Him
  • A Shoulder to Lean On [TERBIT]
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • RAYCILA [END]

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines