Endless
  • WpView
    Membaca 433
  • WpVote
    Vote 95
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jun 3, 2016
Hidup selalu terasa singkat bagi mereka yang cerdas memaknainya, dan terasa menyiksa bagi mereka yang kehilangan maknanya. Bagaimana jika ada seseorang yang tidak bisa mati? Akankah ia bahagia? Mengingat setiap kehilangan yang dirasakannya, kehilangan orang yang dicintainya. Tersingkir oleh waktu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#274
pertualangan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Kamu (cinta) Ku
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Jatuh [Kumpulan Cerita Pendek]
  • " To Love ,To Lose "
  • Langit yang tak lagi Sama

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan