In the Edge

In the Edge

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 5, 2016
"Apakah kau merasa kata penantian adalah sesuatu yang membosankan untuk didengar? Dan menanti adalah hal yang paling membosankan untuk dilakukan? Aku tahu, dan jawabannya benar. Tapi aku tak tahu mengapa diriku masih duduk di atas tebing seorang diri dan menatap ke arah tenggelamnya matahari. Siang berganti malam, begitu sebaliknya. Hari-hari tak pernah berubah. Dan begitu pula penantianku, tak kunjung menunjukkan perubahan hasil." "Tapi aku sadar bahwa secara otomatis diriku menantikan hari-hari panjang sebelum penantian ini dimulai. Seseorang membuat janjinya padaku, dan kuingat setiap kata yang keluar dari mulutnya. Maka disinilah aku menanti kapan janji itu akan ditepati." Jika Jane bisa mengulang masa lalu, maka hal itu akan menjadi harapannya.
All Rights Reserved
#118
village
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • PLUTO
  • DIARY RISA [COMPLETED✅] [REVISI]
  • Filosofi Penantian || TERBIT
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • FRIENDzone (Completed)
  • Diantara Cinta Dan Takdir
  • AFTER (COMPLETE)
  • Aku Takut Dicintai
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines