Broken Crayon Still Color

Broken Crayon Still Color

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 14, 2016
Hai! Aku Levia. Ini tentang perjalanan hidupku yang sudah merasakan berbagai macam 'rasa' kehidupan-menurutku. Padahal aku masih tujuh belas tahun dan harusnya aku bisa menikmati masa-masa SMA ku yang menurut orang-orang adalah masa yang paling mengesankan. Sahabat, keluarga, cinta, dan masih banyak lagi. Hal-hal itu singgah di kehidupanku dengan membawa berbagai macam 'rasa'. Mulai dari kenangan indah dan manis sampai kenangan pahit. Rasa manis yang kurasakan hanya mengantarkan rasa pahit yang berbekas di hati dan pikiranku. Inilah takdirku. Dan aku akan dengan senang hati menerima takdir itu. Aku akan menjalani hidupku layaknya krayon yang patah namun tetap berwarna.
All Rights Reserved
#368
history
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Butterfly & Angel
  • Rannia√
  • Antara Lagu dan Buku
  • ALGAVRA
  • SERENDIPITY : a Fact
  • You're Here, But Not For Me
  • My Perfect BoyFriend
  • Cuaca

B x G Menceritakan seorang perempuan yang bernama Erine, yang diam-diam menyimpan rasa pada seorang laki-laki bernama Lionel. Ia tidak pernah punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya secara langsung, tapi lewat tatapan, perhatian kecil, dan momen-momen diam yang ia simpan sendiri-itulah caranya mencintai. Setiap hari, Erine mencoba tampil biasa saja di depan Lionel, padahal dalam hati, ia sibuk menenangkan degup jantungnya sendiri. Ia tahu, cintanya tak seindah kisah di film ataupun novel, tapi perasaannya tulus... meski hanya bisa diam di balik senyum. Dan meski Lionel belum tahu, Erine tetap percaya... mungkin suatu hari nanti, cintanya yang diam ini akan bersuara. Dan benar saja, seiring waktu berjalan, perlahan hati Lionel pun mulai terbuka. Ia mulai menyadari bahwa Erine-dengan segala ketulusan, perhatiannya, dan diamnya yang hangat-adalah seseorang yang sejak lama mencintainya dalam diam. Namun, Lionel masih terikat oleh bayang-bayang masa lalu. Luka yang belum benar-benar sembuh membuatnya ragu untuk membuka hati sepenuhnya. Tapi di antara keraguan itu, Lionel akhirnya mengaku... bahwa ia mulai mencintai Erine, meski perlahan, meski masih tersembunyi di balik kehati-hatian. Dan di situlah cerita mereka mulai berubah-bukan dari cinta yang meledak-ledak, tapi dari dua hati yang saling belajar percaya lagi, perlahan tapi pasti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines