Cinta Encik Serama

Cinta Encik Serama

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 7, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Sangka Azni lelaki itu manusia paling tidak berperikemanusiaan. Menghukum dan membunuh orang lain sesuka hati. Kata-katanya saja sudah cukup untuk membayangkan kekejaman. Lalu Azni berusaha untuk menyelongkar segala kegiatannya. Puas dijejak langkah, namun jawapan yang ditemui sering kali menyongsang makna. Sentuhan pertama melahirkan rasa aneh yang begitu mendalam. namun perasaan itu diabaikan. Azni terus memburu berita dan dalam masa itu, pertemuan demi pertemuan menimbulkan konflik kejiwaan dalam diri, untuk lelaki kejam itu. Mungkinkah hati sudah terpaut ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawah Langit Yang Sama [C]
  • HINGGA NAFAS TERAKHIR
  • Antara Dia & Dia
  • Inara Amanda | C
  • Let Me Protect You,My Precious [C]
  • CAPTAIN ALPHA

Hidup Haura Teratai tidak pernah seindah namanya. Dia terperangkap dalam gelombang perasaan yang menghancurkan, dibelenggu derita yang tiada berpenghujung. Luka yang terpendam semakin bernanah, sehingga detik hitam itu menjengah-saat dia hampir menyerah kepada bisikan kematian. "Kalau aku mati pun, tak ada siapa yang kisah!" - HAURA TERATAI Namun, di sebalik kegetiran malam yang sunyi, takdir mempertemukannya dengan seorang jejaka misteri dalam sebuah dunia maya-seorang yang senasib, seorang yang memahami. Perbualan yang bermula secara suka-suka akhirnya menumbuhkan tunas persahabatan di antara dua jiwa yang sama-sama terluka. "Nanti kalau dah jadi askar, jangan lupa aku ni." - HAURA TERATAI "Aku takkan lupakan kau, Haura." - KHAIR HILMAN Tetapi sejauh mana hubungan ini mampu bertahan? Adakah persahabatan mereka sekadar persinggahan sementara, atau mungkinkah takdir telah merencana sesuatu yang lebih besar buat mereka berdua? Saat realiti menghimpit, hanya hati yang benar-benar teguh mampu bertahan di medan ujian... Di persimpangan antara kehilangan dan harapan, mampukah mereka memilih jalan yang benar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines