Tak Kan Ada Lagi

Tak Kan Ada Lagi

  • WpView
    Membaca 68
  • WpVote
    Vote 10
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 5, 2016
Cinta itu Tak Kan Ada Lagi untuk mu. Karena kesalahan mu yang terlalu lama untuk menyadarinya. Jadi jangan pernah kau mencari Cinta itu kembali, karena itu semua sia-sia. "Jika dengan kesabaran yang ku miliki tak mampu menyadarkan mu. Mungkin dengan kepergian akan membuat mu sadar, Betapa aku sangat menghargai setiap waktu ku bersama mu." - Aditya Gilbert (Gilbert) - "Cinta ialah karunia,, maka tak seharusnya kau menyia-nyiakan seseorang yang mencintamu. Tapi Aku? Aku telah menyia-nyiakan nya demi orang lain." - Adeeva Afsheen Shakila (Deeva) -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#104
dia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • STUCK
  • ALSTARAN [END]
  • The Forbidden Choice (END)
  • CINTA SERUMIT RUMUS (FOUR LOVE)
  • Terjadi Sesuatu Padaku
  • Crazy Boy is My Boyfriend
  • ADA CINTA
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Maaf' (Revisi)
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan