OH! HELLO  GOODBYE

OH! HELLO GOODBYE

  • WpView
    Reads 521
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 26, 2019
Hai.. sebenernya cerita ini udah sempat aku published tp aku unpublished sampe beberapa kali yang dikarenakan beberapa faktor. Jadi aku coba untuk republish lagi. Aku berharap kalian menyukainya. 😊 □□□□□■■■■□□□□□■■■■□□□□□■■ "Pernah kah kau merasakan apa yang aku rasakan saat ini? Bisa kah kau memahami isi hatiku yang sekarang hanya membisu diam tanpa kata?" Aku hanya bisa menyukai tanpa berani mencintai. Egois kah aku yang ingin mencintai tanpa merasakan sakit ? Hanya kau yang mampu membuat jantung ini berdetak dengan cepatnya, membuat bibir ini membuat lengkungan terindahnya saat memandang parasmu yang tak kan pernah bosan ku pandangi. Andai dunia ini berhenti berputar hanya satu yang ingin ku ungkapkan padamu bahwa "aku tak mempunyai alasan untuk berhenti mencintaimu" - Maria Lawrence Smith -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • GRIZELLE [Completed]
  • Break Up? || gxg
  • Aerilyn
  • My Little Monster - Completed
  • Bersamamu
  • Ex or New? [REVISI]
  • Rannia√
  • ALSTARAN [END]

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines