Scrapbook

Scrapbook

  • WpView
    Reads 406
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 5, 2016
Severine Cho: Terbiasa ditinggal pergi ke luar negeri oleh anggota keluarganya. Jika tidak dimintai tolong oleh keluarganya, maaf-maaf saja kalau ia mau menaruh minat pada pembuatan scrapbook. Shin Jisoo: Pemilik Pastel Page, toko alat tulis yang mendadak menyediakan jasa bimbingan penyusunan Scrapbook. Mencintai scrapbook dan materialnya, tapi menolak menuangkan kisah hidupnya sendiri di sana. Boo Taehyung: Mengurusi scrapbook atas mandat teman-teman sekelasnya. Choi Dongmin: Atlet. Menyediakan diri di antara teman-temannya untuk membuat scrapbook mengenai mereka. Tidak ada yang pernah membayangkan, bahwa hal-hal yang tidak mereka pahamilah yang kelak menyatukan mereka dalam satu dimensi. Kisah ini membicarakan masa lalu yang kelam, persahabatan, cinta, dan keluarga.
All Rights Reserved
#70
koreanfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Under The Umbrella
  • LOVE, LIFE AND LIES [COMPLETE]
  • EIGHT
  • INEFFABLE [ON GOING]
  • Silent Game of Hearts
  • Moment: Moment, Time, End
  • SNEEZING LOVE [Complited] | {Park Chanyeol X Jung Eunji}

Di kota Seoul, Kota ini mengubah hidup seorang gadis yang bernama Song Na-eun. PLAK! Na-eun benci dengan orang yang mengakui bahwa orang itu sudah mencintainya selama bertahun-tahun. Sampai-sampai, Na-eun ingin sekali untuk berlari dan bertemu dengan orang lain yang jauh lebih baik dari pada orang yang ditamparnya. Na-eun berlari dan bertemu dengan Kim Dong-hoon, orang yang pernah terhapus dari dalam memorinya. Seolah-olah, memori tentang orang itu muncul kembali dan menyadarkan dirinya. "Sudah aku bilang dari dulu bahwa pria itu tidak baik untukmu!" ucap Dong-hoon. "Dong-Hoon, bogoshipo!" ucap Na-mi. Dong-hoon tersenyum kembali setelah mendegar kalimat itu. "Mianhae," ucap Na-mi kepada Dong-hoon. "Aku adalah Song Na-eun, bukan Song Na-mi," ucap Na-mi. "Terima kasih untuk jujur padaku hari ini," ucap Dong-hoon sambil memegang payung miliknya. Di bawah payung itu mereka bertemu. Hujan yang deras mencairkan suasana diantara mereka berdua yang selama ini dingin dan kaku. Di bawah payung itu, mereka berpelukan dan saling menyamapaikan rasa rindunya satu sama lain. Mereka berdua tidak ingin berpisah lagi. "Saranghae," ucap Dong-hoon. Song Na-eun, semoga kita selalu bisa bersama-sama sampai akhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines