We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
When I Could Fell the Happines ?

When I Could Fell the Happines ?

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jul 11, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
BAHAGIA Adalah salah satu impian yang mungkin tak akan pernah terwujud dan tak akan pernah aku rasakan. Mungkin bagi sebagian orang uang adalah segalanya dan karena uang lah bisa hidup bahagia, tapi bagi ku itu tidak benar. Hanya karena uang lah aku menderita, karena uang lah aku tak pernah mendapat kebahagiaan. Oh ya, hampir lupa. Perkenalkan nama ku Prisiliy Anindia,biasa di sebut Prisil. Aku adalah anak dari pengusaha properti terkenal di Indonesia yaitu Polan Horden, dan ibu ku pemilik perusahaan tas terkenal di Indonesia yaitu Safira Jordan Pitasari. Sebenarnya nama ku sangat panjang karena ada nama orang tua ku. Tapi aku terlalu susah mengatakannya akhirnya aku menghilangkan nama orang tua ku, mereka menyetujui nya tapi nama asli ku tetap jika di tulis di surat penting. Meskipun orang tua ku pemilik perusahaan ternama, tapi aku tidak pernah merasakan kebahagiaan. Kali ini aku akan bercerita tentang kisah ku . ------------------------------
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Aku
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • BAD
  • PLEASE,,,LOVE ME BOY!! (ON GOING)
  • SI BUNGSU
  • cinta pertama
  • ALVIN (On Going)
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • Anak DESA ✔

Namaku mempunyai banyak makna, tergantung bagaimana orang lain melihatnya dari sudut pandang mereka. Tidak terkecuali bagi orangtuaku. Ayahku memberikan nama dalam Bahasa Sansekerta. "Eka Ratna Sari" itulah namaku. Panggil aku "Eka", atau "Ratna". Kecuali jika sedang dijahili oleh sepupuku, dia meledekku dengan salah satu merk serbuk minuman pereda panas dalam. Kata ayah, namaku berarti : "Anak pertama yang menjadi permata hati untuk kedua orangtuaku" Sebuah doa meski bukan dalam Bahasa Arab. Aku yakin Allah mengerti semua bahasa. Aku lahir sehari setelah R. A. Kartini dilahirkan, namun ditahun '97 Kata orang, aku anak dokter, bukan karena Ayah atau Ibuku berprofesi sebagai seorang dokter. Namun karena sejak kecil aku mudah sakit. Meski begitu, aku tidaklah lemah, Allah Menguatkanku. Aku itu keras kepala, Ibu bilang karena sifat keras kepalaku, aku tumbuh menjadi sosok yang tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Aku hanya wanita biasa dengan cita-cita mengistimewakan orangtuaku. Salah satu hal yg membuatku bahagia adalah ketika melihat orangtuaku dengan bangga tersenyum karena prestasiku. Beberapa orang memberikan julukan "cabe rawit" kepadaku, ini dikarenakan selama 6 tahun masa Sekolah Dasar, aku selalu mendapat rangking 1, meskipun aku tidak menempuh pendidikan Taman Kanak-kanak. Aku kecil dikenal oleh sebagai sosok yang pemalu. Berbeda dengan aku yang beranjak dewasa, aku menjadi sosok yang senang bercerita. Sampai-sampai salah seorang temanku memanggilku dengan sebutan "Nona Kereta Api". Aku adalah salah satu pengagum para Nabi dan Rasul, serta tokoh-tokoh pejuang Islam. Meski aku tidak bisa dikenang oleh banyak orang dari masa ke masa seperti mereka, setidaknya aku berusaha menciptakan kesan baik bagi dunia yang mengenalku. Aku ingin terus hidup dalam ingatan mereka meski kelak aku telah tiada. Caranya? Melalui sebuah usaha yang pantang terhenti dan do'a yang selalu dilangitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines