Story cover for 30˚ CELSIUS by heyydhe
30˚ CELSIUS
  • WpView
    LECTURAS 428
  • WpVote
    Votos 73
  • WpPart
    Partes 12
  • WpView
    LECTURAS 428
  • WpVote
    Votos 73
  • WpPart
    Partes 12
Continúa, Has publicado jun 02, 2016
Alun Alun Utara Yogyakarta, 24 Februari 2015 - 28˚ C

Siang ini panas banget dan aku lagi enggak bawa uang sepeserpun. Sana-sini jualan es tapi nggak ada satupun yang aku beli. Sekali lagi, aku enggak bawa uang. Mungkin bukan cuma enggak bawa, tapi enggak punya. Karena aku juga baru inget, tadi pagi aja terpaksa aku bikin mi instan buat sarapan. Bunda belum ngirim uang lagi.

Aku enggak tau harus melakukan hal apa lagi supaya derita aku siang ini berakhir. Mengemis ? Aku terlalu elegan untuk melakukan hal konyol seperti itu. Berakting layaknya orang yang sangat miskin sehingga semua orang mengasihani aku ? Tapi maaf, aku bukan drama queen. Tiba-tiba tengkukku dingin. Aku menoleh dengan cepat. Edan, ada seorang cowok sedang menempelkan sebungkus es blewah di tengkukku. Dia tersenyum-senyum padaku, sedangkan aku hanya melongo.

© 30˚ CELSIUS, 2016 All Rights Reserved
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir 30˚ CELSIUS a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Hujan (Completed) cover
AMARE (COMPLETED) cover
Fosfor [ Terbit ] cover
Coldest Senior✔ cover
Live , Laugh , Love cover
The Fate Of My Life (END)  cover
ALEA'S DESTINY cover
Tough Girl cover
Albarasya || Lee Jeno √ cover
Amare [Re-Upload] cover

Hujan (Completed)

10 partes Concluida

#completed# #lengkap# #tamat# Seorang pria berdiri tepat disebrang jalan, tidak menggunakan payung. Saat itu hujan mengguyur deras membuat pakaiannya basah. Hari ini seperti suasana hatinya, dengan wajah sendu ia berdiri disana saat beberapa orang berlari untuk mencari tempat berteduh. Aku berdiri dengan payung yang kupegang. Ku eratkan pegangan ku pada gagang payung, lalu tanpa merasa apapun, aku berjalan kearahnya. Angin berhembus kuat membuat payung ku terhempas kebelakang, aku kehujanan dan meringis kedinginan. Ku lihat kesebrang jalan, pria itu tidak ada disana lagi. "Ini payung mu" Ucap seseorang dengan suara khas baritonnya, aku pun menoleh dan kudapati pria yang berdiri disebrang jalan sekarang didepanku dengan mengembalikan payung ku yang terhempas tadi. = = = = 2017 @Mategel