30˚ CELSIUS

30˚ CELSIUS

  • WpView
    Reads 429
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 3, 2016
Alun Alun Utara Yogyakarta, 24 Februari 2015 - 28˚ C Siang ini panas banget dan aku lagi enggak bawa uang sepeserpun. Sana-sini jualan es tapi nggak ada satupun yang aku beli. Sekali lagi, aku enggak bawa uang. Mungkin bukan cuma enggak bawa, tapi enggak punya. Karena aku juga baru inget, tadi pagi aja terpaksa aku bikin mi instan buat sarapan. Bunda belum ngirim uang lagi. Aku enggak tau harus melakukan hal apa lagi supaya derita aku siang ini berakhir. Mengemis ? Aku terlalu elegan untuk melakukan hal konyol seperti itu. Berakting layaknya orang yang sangat miskin sehingga semua orang mengasihani aku ? Tapi maaf, aku bukan drama queen. Tiba-tiba tengkukku dingin. Aku menoleh dengan cepat. Edan, ada seorang cowok sedang menempelkan sebungkus es blewah di tengkukku. Dia tersenyum-senyum padaku, sedangkan aku hanya melongo. © 30˚ CELSIUS, 2016 All Rights Reserved
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan (Completed)
  • Stop It, Darka! [END]
  • A B A D I  [On Going]
  • ALVISA  [TAHAP REVISI]
  • Alvarez [ On going ]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • My Ice Prince
  • Tough Girl
  • ALEA'S DESTINY
  • Manggala (TAMAT)

#completed# #lengkap# #tamat# Seorang pria berdiri tepat disebrang jalan, tidak menggunakan payung. Saat itu hujan mengguyur deras membuat pakaiannya basah. Hari ini seperti suasana hatinya, dengan wajah sendu ia berdiri disana saat beberapa orang berlari untuk mencari tempat berteduh. Aku berdiri dengan payung yang kupegang. Ku eratkan pegangan ku pada gagang payung, lalu tanpa merasa apapun, aku berjalan kearahnya. Angin berhembus kuat membuat payung ku terhempas kebelakang, aku kehujanan dan meringis kedinginan. Ku lihat kesebrang jalan, pria itu tidak ada disana lagi. "Ini payung mu" Ucap seseorang dengan suara khas baritonnya, aku pun menoleh dan kudapati pria yang berdiri disebrang jalan sekarang didepanku dengan mengembalikan payung ku yang terhempas tadi. = = = = 2017 @Mategel

More details
WpActionLinkContent Guidelines