Cinta Rian

Cinta Rian

  • WpView
    Reads 294
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jun 13, 2017
Gue pernah mikir kalau sebenarnya Tuhan udh nulis tujuan-Nya melahirkan setiap manusia di dunia ini. Tuhan tau segalanya tentang kita tanpa perlu bertanya. Semua tercatat rapi dan tidak bisa diubah. Kita akan kembali pada-Nya saat tujuan kita terpenuhi. Mereka yang mmpu memenuhi tugasnya akan mendapat hadiah, sedangkan mereka yang tidak, akan kembali dengan tugas baru yang lebih sulit sebagai hukuman. Tapi, ada manusia yang mati sebelum saatnya, matahin semua teori gue. Mungkin kita bisa aja nebak perasaan seseorang, tapi satu hal yang kita gak bisa tebak, kenapa kita terlahirkan dan apa yang akan terjadi di hidup kita nanti. Termasuk kematian yang menjadi satu-satunya dalam kehidupan, bisa menjadi lebih cepat dan bisa saja tiada. Gue Rian, ini isi diary gue, tertanggal sejak mimpi itu datang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Aku Takut Tuhan Cemburu | Kumpulan Cerpen ✨
  • THE NIGHT BETWEEN US [End]
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Everlasting Neverending
  • Diary Merah ✔
  • ANUGERAH [End]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines