Jomblo di Eskul Pramuka 2

Jomblo di Eskul Pramuka 2

  • WpView
    LECTURAS 710
  • WpVote
    Votos 63
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 11, 2016
Cerita di mulai sebulan setelah Jilid Pertama. Bulan baru dengan anggota baru bukanlah hal yang buruk kalau semuanya berjalan Normal. Di tengah-tengah pembahasan, seseorang masuk dengan wajah polosnya. Semua orang tidak percaya kalau Dimas, memiliki seorang teman. Bahkan, sang penulispun tak tahu menahu akan hal ini. Apakah ini yang disebut trik Marketing, sudah bisa di tebak kalau penulis hanya ingin mendapatkan rate tinggi saja. Tapi, bagaimanapun juga, kenyataan tak berujung baik. Novel ini sendiripun tak baik, dari seorang penulis yang masih Jomblo, lalu mengharapkan sebuah jodoh yang cantik, kaya raya, serta mencintai apa adanya. Mana ada orang seperti itu. Harusnya si penulis mulai bersyukur dengan apa yang ada. Bukan malah menolak banyak wanita yang menembaknya, bahkan, pura-pura bersikap sok suci lagi. Apa-apaan tuh. Kau mau menulis atau apa. Kalau mau menulis, tulislah dengan benar. Jangan menulis hanya untuk mendapatkan jodoh. Memalukan tau.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Technology
  • CHAVANDA
  • Amami
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • Love My Enemy
  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek
  • Raditya Dika Is Me
  • Jejak Senja
  • Hey, Look Here! [SUDAH TERBIT]

Bagaimana jika kamu dan teman temanmu terjebak dalam perangkap seseorang, dan masuk kedalam dunia yang bahkan kamu tidak kenali? Dunia ini diciptakan hanya untuk membalas dendam atas apa yang mereka dapatkan. Niskala Amerta dan ketiga temannya, berusaha melarikan diri dari kejaran entitas yang mereka tidak kenali. Akankah mereka akan tertangkap kembali? Atau mereka akan kembali bersama? Dunia yang mereka lihat bahkan lebih canggih dan maju dari pada dunia bumi. Hal ini lantas membuat seempat sekawan itu berdencak kagum, tetapi mereka hanya memiliki kemungkinan kecil untuk keluar dari perangkap dunia di sana, dengan hidup. "Bagaimana bisa engkau ingin menghancurkan bumi, tuanku?" Mata Niskala Amerta menatap nanar pangeran mahkota, tubuhnya sudah bersimbah darah. Terlungkup tidak berdaya dengan teman temannya. "Bumi adalah tempat di mana manusia egois hidup, saya ingin membuat kalian semua menderita dan merasakan kesengsaraan." "Bahkan jika kalian berniat untuk pergi dari sini, saya tidak akan segan segan menyuruh bawahan saya untuk mematahkan kaki kalian." "Jadi, tetaplah disini untuk selamanya." "Bahkan jika kalian berlari dari sini, saya akan menangkap kalian semua hidup atau mati."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido