We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KATA-KATAKU

KATA-KATAKU

  • WpView
    Reads 38,361
  • WpVote
    Votes 461
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 4, 2016
WpInfo
Poetry
Aku ingin sekali memberi sesuatu kepada mereka. Apa yang dapat kuberikan? Mungkin aku belikan saja buku untuk mereka. Tetapi ketika sampai di toko buku, aku merasa bukan ini kata dorongan hatiku. Aku tidak ingin memberikan orang lain kepada mereka. Aku ingin memberikan diriku sendiri. Caranya? Aku bertanya, mencari tahu dan membaca. Aku kumpulkan semua yang kudapat. Tetapi tak ada yang pas di hatiku. Aku diam memandang semuanya. Aku duduk diam dalam hening. ....................................................................................... Kudengar suaranya berkata, "Aku akan menuliskan kata-kata hidupku, kata-kata yang pernah terungkap dalam hidupku." Dan inilah kata-kata hidupku.
All Rights Reserved
#557
kisahhidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Surat Untuk Perasaan Yang Tak dimengerti
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • • EUTANASIA •
  • Perjalanan Cintaku...
  • CREATING LOVE
  • Rindu yang berjarak
  • pengendali hati
  • Beautiful & Broken
  • L.E.L.A.K.I

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines