Our Memories

Our Memories

  • WpView
    Reads 523
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 22, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Karena cinta dan benci itu beda tipis, Itu yang kurasakan tiap kali menengok kebelakang. Melihat senyuman seorang laki-laki yang aku benci. Melihat mata coklat yang bersinar . Melihat tingkah konyolnya. Semua itu membuatku risih dan berusaha menjauhinya. Tetapi itu semua nihil, karena hingga pada akhirnya aku mulai membuka hati untuknya, Aku menengok kebelakang lagi dan melihat sosok bertubuh tegap yang selalu mengikutiku. Senyuman,tingkah, dan matanya membuatku bahagia. Tetapi, itu semua bagaikan oase di padang pasir yang hanya datang sesaat. Bagaikan kabut pagi yang datang kemudian pergi. Keesokan harinya aku melihat kebelakang dan aku berharap bertemu dengannya. Ku terus nanti sampai banyak ke esok an hari, namun aku tidak menemukanmu. Hingga ku sadar, aku salah untuk melihat kebelakang, menanti seseorang yang tak pernah datang. -Dinda Kirana Putri
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Eysha Love Story'
  • False Hopes
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Red Flag : Love That Binds
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • Cinta dan pencarian diri
  • flashback~
  • Angel To Raya (END)

Aku lupa sudah beberapa aku jatuh bersama angin yang kuat, bahkan hingga petir menyambar. Apa mungkin aku diciptakan sendiri? Kenapa Tuhan menghapus sedikit demi sedikit kebahagianku? Kenapa Tuhan tak menghilangkan rasaku saja, rasa yang selalu orang anggap manis namun ternyata beda apa yang aku rasakan, terlalu pahit. Rasa Cinta Terkadang rasa cinta tidak perlu alasan, kenapa rasa ingin meninggalkan begitu harus memiliki alasan aku tidak tahu jalan cerita cinta ini, cinta bagaikan teka-teki yang sulit untukku mengerti. Bagaimana aku bisa melihat dua orang yang benar-benar aku sayangi begitu menepati janjinya, janji untuk menjadi pawangku. Disaat badai itu datang dia benar-benar ada, jika yang disamping melukai yang belakang menguatkanku. Yang di belakang melukai yang disamping menguatkanku. Aku benar-benar bingung untuk melakukan apa, disaat seperti ini aku benar-benar tidak tahu yang harus aku lakukan. Aku melamun di jendela kamar melihat dua pohon yang setiap hari semakin tinggi. Pohon yang penuh kenangan. Ragaku disini tapi tidak dengan pikirkanku. Aku memikirkan kejadian yang mana dua pawangku berkelahi. Aku benar-benar ingin melerainya saat itu tapi niat aku urungkan karena orang-orang yang mencintai mereka berada tepat di sampingku, Aku begitu khawatir saat mereka adu jotos, aku tidak tahu yang di permasalahan apa. Aku ingin bercerita, bahwa aku pernah kehilangan lelaki yang aku pertahankan hingga beberapa tahun lamanya. Aku juga kehilangan satu nyawa laki-laki yang menjadi pawangku. Dan apa itu tidak cukup? Dan semua telah berubah semenjak hari itu, hari dimanakah semua hilang terbawa derasnya hujan. Aku ingin kembali seperti semula, berharap ada seseorang yang mengubahku tanpa pamrih. Aku sangat berharap. -Rainee Wijaya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines