Mencintai Dengan Diam

Mencintai Dengan Diam

  • WpView
    LETTURE 48
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadPer adultiCompleta ven, giu 10, 2016
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Aku tertawa miris menertawakan diriku atau lebih tepat menertawakan kebodohanku sekaligus kepengecutanku. Senyum itu,tawa itu,wajah berseri-seri itu aku selalu memperhatikannya setiap hari sampai-sampai semua itu melekat sempurna di kepalaku. Aku pengecut? Iya, aku sadar mengenai hal itu terus-terusan seperti ini, bergeming dalam keadaaan konstan yang menyedihka. Cinta mungkin bisa membuatku menjadi sangat bahagia apabila aku punya cukup keberanian. Setidaknya itulah yang mungkin terjadi jika aku mencoba untuk mengungkapkan semua perasaanku, tetapi aku hanya mampu mencintainya dalam diam dan cukup aku yang tau. Melihatnya dari jauh, memotret setiap tingkah tingkah lucunya dalam ingatan mungkin sudah menjadi pekerjaan rutinku setiap harinya. Aku suka setiap hal remeh yang ia lakukan padaku meskipun hanya sekedar senyuman simpul yang tak berarti apa-apa untuknya
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Stay With Me
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • MENGUNCI WAKTU (FRESHAN) [END]
  • Lost In Love
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • Obsess with you_(Greshan)[END]
  • MY CICI [END]
  • Strong Girl
  • AKSARA LARA(END)

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti