We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A.H.D Chronicles

A.H.D Chronicles

  • WpView
    Reads 340
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 28, 2016
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
"Kenapa Tuhan mencipatakan dunia yang kejam ini?" Sebuah pertanyaan sederhana yang akan mengambarkan pada kita sebuah penderitaan,rasa sakit,kekecewaan,penghianatan dan air mata. Dari Peperangan pertama di muka Bumi ini,yaitu antara Malaikat,Manusia dan Iblis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Darah di Tahta Sunyi
  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • Sang Panglima (Tamat)
  • I'm More Than Just A Princess
  • The Dark Lord
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • 𝒟𝑒𝓂𝑜𝓃𝒶𝓃𝑔𝑒𝓁
  • Treachery
  • The World that you know

--- Prolog "Kerajaan ini tak dibangun di atas kebajikan-melainkan di atas bisikan malam dan darah yang mengering." Tidak ada yang tahu kapan tepatnya kegelapan itu datang. Mungkin ia lahir bersamaan dengan kelahiran sang Ratu-Eirwen, putri dari takhta dingin yang menjulang di utara. Wajahnya elok bak lukisan dewa, tapi matanya... menyimpan musim dingin yang tak pernah mencair. Konon, saat ia dinobatkan, langit tidak bersorak, melainkan mendung menggulung dan gagak-gagak berputar di atas istana. Orang-orang berseru dengan takzim, namun di dalam dada mereka, berkecamuk rasa takut yang tak mereka pahami. Eirwen tak mewarisi kerajaan-ia menaklukkannya. Dengan siasat, darah, dan kehendak besi. Ia tidak memimpin dengan kasih sayang, melainkan dengan sunyi yang mengintimidasi. Dan ketika musuh-musuhnya runtuh satu per satu, bukan kemenangan yang ia rasakan, tapi kehampaan yang terus menggerogoti jiwanya. Kini, bertahun telah berlalu. Kerajaan berdiri di atas tulang-tulang masa lalu. Dan di dalam istana batu yang membeku itu, sang Ratu duduk seorang diri... dikelilingi bisu, dikhianati bayang-bayangnya sendiri. Tapi ini bukan kisah tentang kebangkitan. Ini adalah kisah tentang kehilangan. Tentang bagaimana seorang ratu mengorbankan segalanya-hingga ia bahkan tak lagi memiliki dirinya sendiri. Dan ketika semuanya telah terbakar... Yang tersisa hanyalah keheningan yang menganga. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines