Story cover for Cafe Latte by sr163w
Cafe Latte
  • WpView
    Membaca 516
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 7
  • WpView
    Membaca 516
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 7
Bersambung, Awal publikasi Jun 04, 2016
Menjadi seorang secret admire bukanlah hal yang membosankan untuk Yara. 

Bagi Yara mengamati, memperhatikan dan mengetahui seseorang dari jauh itu lebih baik daripada dekat walau dalam radius satu meter bisa berakibat fatal bagi kesehatan jantungnya.

Selain menunggu hasil olimpiade matematika dan hasil ulangan semester jantung Yara akan berdegup dua kali lipat ketika ia melihat Axel. Hanya Yara dan ketiga temannya yang tahu bahwa ia menyukai Axel, laki-laki yang diidamkan oleh seluruh warga sekolahnya.

Sampai suatu saat pondasi yang dibangun kuat oleh Yara agar ia tidak diketahui oleh Axel berakhir runtuh dengan mudah di Cafe Latte. Axel mengetahuinya. Yara memejamkan mata, menghela nafas, dan hanya bisa berdoa 

agar Axel hanya mengenalinya tanpa mengetahui isi hatinya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Cafe Latte ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#86latte
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Perfect uncle ✓ oleh Luvinalways
23 bab Lengkap
COMPLETED.Isinya cuma kemanja dan kekanak-kanakan Caca yang bisa saja bikin kamu muak. Atau justru gemes sampai pengin cekik mati. Setelah ditinggal meninggal, memiliki seorang Ayah tiri bukanlah keinginan Caca sama sekali. Terlebih pria pilihan sang Mama memiliki usia dengan jarak yang menurut Caca tidak sewajarnya. Kedatangan Juan dalam keluarganya kerap membuat Caca mendadak terkena serangan jantung sebab sikap pria itu yang tidak bisa ditebak. Caca tidak tahu jika diam-diam sosok itu menaruh damba pada dirinya. Jadi, Bagaimana jika orang yang seharusnya menjadi seorang Ayah justru malah menyukai calon anak tirinya? "Pelukannya berdua doang nih?" "Om Juan nggak diajak! Mama lebih sayang sama Caca." "Saya lebih sayang sama kamu" "Om itu calon suaminya Mama, jangan suka sama Caca!" "Siapa yang suka sama kamu? Saya bilangnya sayang, bukan suka." Note: Sinopsis hanyalah pemanis, dia tidak menjelaskan seperti apa isi cerita ini sesungguhnya. Ayo! Caca menunggu mu untuk membaca ceritanya. Begini kata pembaca: " gila ni cerita kece bgt, drti awal emng langsung tertarik aja karena lihat spoilernya. Eh taunya bagus, walaupun yg baca belum yg sampai ribuan k tp ttp kece bgt " -raraxnx Attention: Cerita ini sangat sepi pembaca karena berasal dari akun kecil, jika kalian benar-benar memutuskan untuk membaca cerita ini, tolong tinggalkan sesuatu yang bisa membantu akun ini berkembang. Terimakasih. ⚠️Masih ada beberapa kesalahan dalam tanda baca! Typo bertebaran,
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Karena Katrina cover
Ruang Biru [ON GOING] cover
Axelvard cover
Moment: Moment, Time, End cover
Sticky Note [TERBIT]✅ cover
Wife, Daughter, and My Memory cover
Secret Admirer : Untukmu Yang Tak Tahu cover
Perfect uncle ✓ cover
Bukan Stalker [TAMAT] cover

Karena Katrina

45 bab Lengkap

Katrin sebel banget sama Pak Anjar, guru matematikanya yang doyan diskriminasi itu. Gara-gara nilai ujian matematikanya yang di bawah standar, dia harus berurusan dengan Garvin atas perintah bapak itu. Garvin itu memang luar biasa pintar. Segala rumus matematika sudah ia hapal di luar kepala. Pelajaran lain pun mampu ia kuasai dengan baik. Poin plusnya, dia punya tampang cakep yang bisa bikin cewek mana pun terpesona. Sayangnya, cowok itu kelewat serius! Menurut Katrin, diajarin matematika oleh Garvin itu udah kayak didikte oleh Hitler. Nyeremin! Image-nya sih cool, tapi sekali ngomong, langsung bikin Katrin pengin lempar kursi saking emosinya. Dan yang bikin Katrin rasanya mau terjun bebas, cowok itu meremehkan hobi menggambarnya. Katanya, Katrin nggak mungkin jadi orang sukses hanya dengan modal nyoret kanvas di Ipad kesayangannya doang. Katrin sebel, jengkel, dongkol, dan sebangsanya. Tapi yang bisa dia lakukan hanyalah mengelus dada sabar. Mendebat cowok itu sama saja berusaha berbicara menggunakan bahasa Alien karena hanya bikin bingung, pusing dan sia-sia. Katrin berharap penderitaannya di kelas matematikanya segera berakhir. Ya kali dia bisa tahan berurusan lebih lama lagi dengan makhluk bermuka datar itu.