Story cover for Serendipity by _abundleofjoy
Serendipity
  • WpView
    LECTURAS 3,400,907
  • WpVote
    Votos 218,432
  • WpPart
    Partes 31
  • WpView
    LECTURAS 3,400,907
  • WpVote
    Votos 218,432
  • WpPart
    Partes 31
Concluida, Has publicado jun 04, 2016
Kami sekelas.
Tapi, percayalah, aku tidak pernah berbicara dengannya.
Dengan si pembuat onar di kelas.
Dengan si murid paling urakan di sekolah.

Suatu hari, dia menggedor pagar rumahku.
Wajahnya memar, terdapat darah di ujung bibirnya.
Dia babak belur, si pembuat onar itu.
Hari itu, kubiarkan dia masuk ke rumahku dan kubiarkan dia menceritakan semuanya.

Sebelum kejadian itu, tidak ada yang kuketahui tentang dirinya selain namanya; Revano.

Dia menceritakan semua hal yang belum pernah diceritakan pada siapapun.

Setelah kejadian itu, dimana dia menggedor pagar rumahku dan meringis di hadapanku, aku mengetahui satu hal tentangnya; dia tidak seperti yang kukira selama ini.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Serendipity a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#670memories
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄 de WidyaSyala
61 partes Concluida
Kepergian dua orang yang paling disayang olehnya memberikan kekosongan yang panjang dalam hidup Fajar. Ketika orang-orang yang berhubungan dengan kejadian itu sanggup menjalani kehidupan normal, waktu seolah berhenti berputar hanya untuk Fajar sendiri. Tidak ada perasaan yang lebih buruk selain ingin menghilang tiap kali terbangun dari tidur. Insiden di sekolah yang menjadikannya sebagai tersangka utama semakin memperburuk keadaan. Rumor dan perundungan terus datang kepadanya. Sampai akhirnya Fajar bertemu dengan orang yang memiliki nama yang sama dengan teman masa kecil yang tidak bisa dilupakannya, Marun. Semua luka lama itu seolah ditarik paksa kembali untuk diingat. Kehadiran gadis itu begitu mengusiknya sampai titik dimana Fajar merasa terancam dan kehidupannya yang memang sudah kacau balau menjadi tambah runyam. Segalanya menjadi lepas kendali dan Fajar hampir kehilangan keseimbangan jika saja Marun tidak meraih tangannya. Hanya saja gengaman itu membuatnya takut... Satu yang Fajar tak paham, uluran tangan itu bukan untuk menghancurkannya, melainkan untuk menyatukan kembali kepingan hatinya. --- I don't have anything to say. I don't have anything to do. I don't have anything to hold. I don't have someone to love. I don't have place to call home... I'm breathing but I'm not sure that I'm alive. --- ⚠️TRIGGER WARNING! Depresi, Post Traumatic Stress Disorder, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, Explicit Content. . ‼️Jika kalian membaca cerita ini di platform lain SELAIN WATTPAD, kalian kemungkinan besar beresiko terkena serangan MALWARE. Bacalah cerita original dengan aman HANYA DI WATTPAD👇🏻 https://www.wattpad.com/story/90365521?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=WidyaSyala&wp_originator=dtbvn2l94bpK%2Fyj9nO7JQPJuJ14RcfZx%2Fu6ok%2Fx7aV3%2FyqNzXbmW8CFFyYxQsTis%2FMC53ppiK2w1Wv8XfGMyCJdzPl1N85A5kvSja87SJFFXILqNHmDhDLgRYhnmeEVK
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
In My Dream (Selesai)  cover
Adiksi  cover
TITIK LUKA  cover
𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄 cover
Mémoire cover
Hopeless cover
Valcano cover
BAD GIRL cover
CLOSER cover
Thoughts of Mine cover

In My Dream (Selesai)

19 partes Concluida

Kalau anak-anak baru pasti memiliki tingkah malu-malu atau memiliki tingkah yang introvert dan sulit untuk didekati karena masih berstatus anak baru. Tapi hal ini tidak berlaku untuk seorang Niana Marco. Aku memang belum pernah berbicara dengan Niana, tapi aku tahu kalau Niana adalah gadis yang baik dan supel. Bahkan gadis cantik itu sudah hampir mengusai satu angkatan kami karena keramahannya. Ia pernah tersenyum kepada ku yang pada kenyataannya aku tidak pernah mengenalnya dan dia juga yang tidak mengenal ku. Aku tidak pernah tidak menyukainya. Sampai suatu ketika pada siang hari yang hangat, di lapangan basket outdoor sekolah, Niana sang gadis pujaan satu sekolah ditembak oleh laki laki berwajah tampan dan disebut sebut sebagai pasangan serasi sekolah. Aku setuju dengan hal itu! Aku tidak tahu apa yang membuat Niana tiba-tiba merunduk dan berbisik lantang ke laki laki berwajah tampan itu. "Maaf, tapi aku menyukai Lucas. " Dan sejak itu aku tidak menyukai Niana lagi. *** Copyright © 2018 // by: yeusynovi // Mengandung hak cipta // Tidak diperkenankan menjiplak, memplagiat atau mengcopy sebagian atau seluruh alur cerita. //