Just Friend. Maybe?

Just Friend. Maybe?

  • WpView
    Reads 907
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 8, 2018
WpInfo
Fanfic
Red Velvet
Sahabat? Yups itulah tahta tertinggi yang bisa gue dapetin saat ini. Aldo Weston Kusuma cowok playboy di SMA gue sekaligus sahabat gua dari kecil yang bikin gue merana selama ini akibat sikapnya yang ambigu. Orang-orang bilang kalo gue beruntung bisa sahabatan bareng dia. Tapi mereka gatau gue udah nahan perasaan ini bertahun-tahun cuma demi janji gue sama dia buat gak ngelibatin perasaan dalam persahabatan kita. Tapi satu hal yang buat gue sangat amat kecewa dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan semu ini. "Do lo selama ini tau perasaan gue buat lo kayak gimana?" tanya Clara dengan lirih sambil menghapus air mata sialan yang gak bisa berhenti. "I knew Ra but.." balas Aldo frustasi. "Lo tau tapi lo tetep ngelakuin hal itu? Lo JAHAT!" teriak Clara memukul dada bidang Aldo yang sekeras batu tapi tetap sandarable (hmm ok skip) "Gak gitu Ra." Aldo hanya pasrah karna rasa bersalah dan penyesalan yang menggerogotinya. Dengan suara lirih Clara mengakhiri pembicaraan yang mungkin akan menjadi terakhir kalinya ia berhadapan dengan Aldo "Lo tau apa yang jadi penyesalan terbesar dalam hidup gue?" Clara diam sejenak "Gue nyesel pernah buang-buang waktu untuk menyukai orang yang brengsek kaya lo!"
All Rights Reserved
#589
irene
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alca || Selesai
  • Pal In Love
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Elvina [COMPLETED]
  • Buat Aku Lupa
  • Second Sign
  • He is not My Best Friend (End)
  • Friendzone
  • Just Best Fri(end)
  • Disaster In Feelings

•Versi baru• Berawal dari ketidak sengajaan untuk saling mengenal satu sama lain. Kemudian terjadi suatu kesalah pahaman yang diciptakan oleh seseorang yang sangat membencinya, sampai dimana kenyataan menamparnya dan terbit suatu rasa asing yang mengetuk pintu hatinya. Dan pada akhirnya entah senyuman atau tangisan yang mengakhiri semuanya. "HAPUS AIR MATA PALSU, LO SEKARANG!" bentak Alvin. "SEKARANG GUE CUMA MAU TAHU, MAU LO ITU APA?" tanya Alvin dengan teriak. Caca hanya diam "JAWAB," bentak Alvin. "Kalau gue jawab, semua omongan gue juga gak akan lo percaya," jawab Caca dengan air mata yang dari tadi mengalir. Mau tahu detail ceritanya?,kalau gitu baca👍 Jangan lupa vote dan coment+follow aku. Terimakasih :) Maaf apabila terdapat kesalahan dalam bertata bahasa atau penulisan. Semoga suka 🤗 010518🐾

More details
WpActionLinkContent Guidelines