You
  • WpView
    Reads 721
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 4, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsremaja
Aku hanyalah seorang gadis biasa, dengan kamar berantakan, wajah tanpa makeup, dan terlalu sering main keluar rumah hingga lupa waktu. Begitu berbanding terbalik dengan orang yang kamu suka, gadis dengan perfect body, makeup tipis di wajah, dan gadis yang lebih memilih diam dirumah daripada keluyuran tak jelas seperti diriku ini. -Nala Bukannya aku tak suka denganmu, tapii aku lebih senang jika kita bersahabat, kurasa pacaran tidak cocok untuk kita. Kita sudahi disini saja ya? aku akan memulai persahabatan yang selama ini kau inginkan.Mungkin itu lebih baik. Jika kita menyukai seseorang, apa harus pacaran? -Tio
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ArKa (End)
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • ALA
  • When Love is Breaking
  • Terlalu rumit
  • choice ;
  • Stop!! Mempermalukan ku
  • DARLA : Although it's just a game (END)
  • Why Should You ?

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines