Story cover for COLD BOY  by AndiEkasari
COLD BOY
  • WpView
    Reads 95,386
  • WpVote
    Votes 5,255
  • WpPart
    Parts 17
  • WpView
    Reads 95,386
  • WpVote
    Votes 5,255
  • WpPart
    Parts 17
Complete, First published Jun 05, 2016
Cerita bersambung!!

Cerita menyangkut ali dan prilly.

Gak ada pake bahasa baku² an

Gak pake sinopis. Itu aja cukup☝

.
.
.
.
Karya pertama 😂 jadi jangan heran kalau (?) awkward
All Rights Reserved
Sign up to add COLD BOY to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Dia Bahagiaku by HalloTia
19 parts Complete
Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.
You may also like
Slide 1 of 9
I Don't Understand cover
My Naughty Girl cover
Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔) cover
Dia Bahagiaku cover
You Broke My Heart*editing* cover
Fragile cover
Between Us cover
My Badboy My Husband cover
I Feel You Real cover

I Don't Understand

19 parts Complete

"Lo harus jadi cewek gue!" Degh.. Prilly terkejut bukan main. Bukankah ini pertemuan ketiga mereka? Kenapa Ali sangat mudah berbicara seperti itu?. "Maksudnya?" "Lola ternyata! lo harus jadi pacar gue. Mulai detik ini, menit ini, jam ini dan hari ini, lo resmi jadi cewek gue" "Tap.." "Gue gak terima penolakan!"cela Ali dengan senyum penuh kemenangan. "Lo nembak atau maksa gue sih?" Prilly menatap Ali kesal, bukankan Playboy biasanya menembak gadis dengan rayuan recehnya? Atau romantis yang di buat-buat. Tapi kenapa Ali menembaknya seperti pemaksaan?. "Kenapa? Lo gak terima? Banyak loh yang antri jadi pacar gue, masa lo mau nolak Most Wanted di sekolah ini?" Hey, seharusnya prilly senang. Ini jalan yang mudah untuk menaklukan Ali dan menjalani Misi dari Malik, tapi Prilly ragu jika sifat Ali keras kepala seperti ini. * * Damaniel malik. Sosok misterius namun ialah pemilik hati seorang gadis yang bernama Prilly Latuconsina, hadir sebagai sutradara di balik kisah cinta dua insan ini. Seolah ia yang menentukan dan mengatur segala sesuatu yg terjadi. Prilly yang memang mencintai Malik kini harus berusaha keras meluluhkan hati pria bad boy di sekolahnya (Aliando Syarief), hingga saat ia bertemu dengan pria yang kekasihnya maksud, kini mampu membuat prilly berada di titik yang di sebut dengan, Dilema.