90 Hari untuk Gerald

90 Hari untuk Gerald

  • WpView
    LECTURAS 199,868
  • WpVote
    Votos 8,952
  • WpPart
    Partes 39
WpMetadataReadContenido adultoConcluida dom, nov 7, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Warning (18+). *Ajeng : "Menikah, Ibu bilang? Setelah melihat ke dua kakakku bahagia dengan pernikahannya aku sudah mempersiapkan diriku jauh-jauh hari untuk menikah. Tapi, dengan siapa? Masih jamanka perjodohan? Oh, tidak. Jangan dengan cucu Eyang Lyli yang dingin itu. Aku tidak akan bisa bertahan lama di dekatnya. Bisakah dengan yang lain saja?" *Gerald : "Menikah, Eyang bilang? Yang benar saja!!! Bagaimana dengan Dayana? Dia sudah lama bersamaku dan dia satu-satunya wanita yang ku cintai. Lalu siapa wanita yang bisa sepadan denganku dan mampu meluluhkan aku? Heh! jangan harap dia mampu mengambil hatiku. Aku harus melakukan sesuatu agar dia tidak bertahan lama bersamaku. Lihat saja nanti jika tahta Eyang Lyli jatuh padaku.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DENTING  [Revisi]
  • The end of a Love [ON GOING]
  • [End] Behind The Wedding
  • High School Love Story ( You & I )
  • PLUTO
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • For My Heart
  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • Parfum

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido