Teluk Berlabuh
Karin tidak pernah berencana jatuh cinta. Apalagi pada laki-laki yang hatinya sudah lebih dulu berlabuh di tempat lain.
Jarrel adalah rahasia yang tak seharusnya ia simpan, tapi hati tidak pernah bertanya izin. Ia hanya datang, menetap, lalu menuntut untuk dipertahankan meski tak ada satu pun kepastian yang ditawarkan.
Di sisi lain berdiri Javier. Bukan rahasia, bukan pula pelarian, melainkan cinta yang terang-terangan, yang menunggu tanpa lelah meski tak pernah benar-benar dilihat. Javier mencintai dengan sabar, tapi kesabaran bukan jaminan. Semakin ia menunggu, semakin jauh Karin melangkah menjauh, menuju seseorang yang bahkan tak menoleh padanya.
Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah penantian yang tak kunjung punya nama. Dan ketika penantian itu akhirnya retak, luka yang tertinggal bukan hanya milik satu orang.
Karin berjalan di antara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan- bertahan pada perasaan yang tak dijamin dibalas, atau menerima cinta yang tulus namun tak pernah benar-benar ia inginkan. Dan semakin ia mencoba mencari jawaban, semakin ia sadar, bahwa hatinya sudah lebih dulu memilih, jauh sebelum akal sehatnya sempat bicara.