*Tuan Kurindu*
Tiada maksud adinda bermanja, Tuan bermurung durja, berpaling, berurai air mata merindukan hamba.
Kenang cinta lalu, ibarat daun berguguran, jatuh tersapu angin.
Serumpun kenang hilai angin, laksana jiwa lara mengudara. Apa hendak dikata jarak dan waktu pisahkan kita dengan merdunya, tak usahlah bermurung durja, gundah gulana mengenang lara.
Pada jiwa, kita bercanda. Perih rasa cinta tak bersua. Aku cintakan kau Tuan. Rindu sesakkan dada. Tiadakah kau rasa? Pada sepi malam dalam naungan kasih kita memuja.
Termenung dalam romansa abadi, akankah kelak kita jelang? Sedangkan jiwa hampa merajai perpisahan duka.
^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Sungguh ku rindu. Inginku selalu berada disampingmu,inginku selalu ada di setiap harimu,inginku selalu bisa membuatmu tersenyum,namun aku hanyalah butiran debu yang selalu hilang terhempas angin