*Tuan Kurindu*
Tiada maksud adinda bermanja, Tuan bermurung durja, berpaling, berurai air mata merindukan hamba.
Kenang cinta lalu, ibarat daun berguguran, jatuh tersapu angin.
Serumpun kenang hilai angin, laksana jiwa lara mengudara. Apa hendak dikata jarak dan waktu pisahkan kita dengan merdunya, tak usahlah bermurung durja, gundah gulana mengenang lara.
Pada jiwa, kita bercanda. Perih rasa cinta tak bersua. Aku cintakan kau Tuan. Rindu sesakkan dada. Tiadakah kau rasa? Pada sepi malam dalam naungan kasih kita memuja.
Termenung dalam romansa abadi, akankah kelak kita jelang? Sedangkan jiwa hampa merajai perpisahan duka.
^
Todos los derechos reservados