My Hijab
  • WpView
    Reads 19,234
  • WpVote
    Votes 638
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 7, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Disebuah pedesaan yang sangat damai ini berubah menjadi tidak damai, tidak tenang seperti biasanya semenjak hadirnya gadis kedua kepala desa ini. Yang dikira orangnya cantik, ramah ehh ternyata penampilannya seperti preman, padahal usianya sudah menginjak 21 tahun. Gadis itu bernama Prilly Lutuconsina. "Assamualaikum" Salam dari gadis cantik dan berhijab. "Lu siapa? Ohh iya lu kan cewek kampungan yang slalu ingin berteman denganku waktu usia kita masih 14 tahun ya kan?" Tanya Prilly "Kamu masih ingat?" Tanya balik gadis itu. "Ya jelas lu cewek kampungan ihh, sekarang sampai dulu masih berhijab ya lu?" Tanya Prilly. "Iya" Jawabnya singkat. "Duhh, siapa namamu, hmm oiya Salsha kan?" Prilly. "Iya Salshabilla Adriani"  Gadis cantik tadi namanya Salsha. "Oemjihhh.. Budo amat dah, udah lu mending pergi dari sini!" Ketus Prilly. "Prilly kamu ngusir aku?" Tanya Salsha dengan memandang Prilly dan matanya berkaca kaca serasa ingin nangis. "Oemjihhh ya, cepet pergi lu! Dasar cewek kampungan"
All Rights Reserved
#279
author
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Kahfi dan Yumna 2
  • Ali, I Love You (END)
  • ~Lovely Day~[proses]
  • Beautiful Disaster
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • "ASSALAAMUALAIKUM Habibati" _END_
  • "ACCIDENT IN HIGH SCHOOL"

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines