T e r r a c o t t a

T e r r a c o t t a

  • WpView
    Reads 220
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 30, 2016
"Jika Terracotta adalah rumah bagimu dan kopi sebagai teman setiamu di sini, maka aku adalah gadis yang akan selalu duduk di tempat ini dan panna cotta sebagai penetral pahit kopimu juga gerimis di luar hanya jadi lullaby untukku." Lancang sekali bibir itu! Baru saja aku ingin membungkammu, kamu malah pergi. Langkahmu cepat, wajahmu berpaling, dan napasmu yang sedikit memburu. Dan aku baru saja mendengar tangismu samar, amat pelan. Hanya hujan di luar yang boleh mengertimu. Aku berdiri bergetar. Masih belum percaya: aku mencintaimu.
Public Domain
#278
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel Macchiato
  • Our Coffee (Completed)
  • NIRBITA
  • AMBER PATIO - COMPLETED
  • Cafein Love | JAKE enhypen [ END ]
  • Caramel Macchiato
  • ALSENA
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • THE SKETCHER √

Cerita ini bukan tentang penjual kopi, namun cerita ini tentang seorang gadis yang sangat menyukai kopi. Caramel Macchiato. Adalah minuman favorit dari Audinna Mahesa Sukania Sankara, sekaligus minuman yang membuatnya menaruh rasa kagum pada peraciknya. Berawal dari menolong seseorang yang tidak di kenal nya, sampai di jodohkan dengan orang yang selama ini diam-diam di kagumi nya. Kalo kata orang, "Memberi kacang tanah, di kembalikan nya dengan kacang Almond." Lebih banyak untung nya. Namun, pandangan buruk nya tentang kehidupan pernikahan tak serta merta membuat cerita ini terasa manis seperti rasa Caramel Macchiato kesukaan nya, terkadang rasa Espresso jauh lebih sering mendominasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines