Pemangkas Jarak

Pemangkas Jarak

  • WpView
    LECTURAS 213
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContenido adultoConcluida dom, ago 7, 2016
WpInfo
Ficción
Romance
Bukan tentang siapa yang mengenalmu lebih lama, tapi tentang saling mengenal satu sama lain menerima kekurangan dan kelebihannya juga. Bukan tentang siapa yang paling mencintaimu setiap waktu, tapi tentang siapa yang mencintaimu tiada henti walau terjangan badai membuatmu jatuh bangun memperjuangkan apa yang selama ini di perjuangkan. Karena sejauh apapun, sedekat apapun, semuanya bisa lenyap hanya dengan sebuah kebohongan. Jarak itu fana, tapi ketika salah satunya berusaha memangkas setiap jarak yang ada dengan berusaha menemuinya, yakinlah akan ada suatu waktu dimana kamu saar bahwa di perjuangkan dan memperjuangkan, di hargai dan menghargai, di percaya, dan mempercayai, itu semua perlu. lalu, jika Sebuah hati akan terobati hanyalah oleh orang-orang yang berusaha membahagiakanmu dan, Tentunya oleh waktu yang setiap harinya akan mengajarkanmu bahwa yang sudah terjadi ya terjadilah, terimalah dengan lapang dada. Dalam Cerpen ; "Pemangkas Jarak" (1-3 part)
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cawa
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Garis Singgung
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • You Are Still The Winner
  • ANTARA DOA DAN RASA
Cawa

"Cawa" adalah kisah cinta yang tumbuh dari luka, bertahan dalam ujian, dan diuji oleh waktu serta jarak. Di balik senyumnya yang lembut, Cawa menyimpan dunia yang rapuh-masa lalu penuh luka, kehilangan, dan perjuangan yang tak pernah usai. Dan di sisinya, ada Iki, seorang pria sederhana dengan masa lalu yang keras, yang menjadikan cinta sebagai perjuangan, bukan sekadar rasa. Bagi Iki, mencintai Cawa bukan hanya tentang memiliki, tapi tentang melindungi, menjaga, dan memberi tempat paling aman bagi hati yang sudah terlalu sering terluka. Ia tidak hanya ingin bersamanya dalam tawa, tapi juga dalam tangis. Tidak hanya dalam senang, tapi dalam seluruh badai kehidupan. Kisah ini membawa pembaca menyusuri malam-malam kota, percakapan ringan penuh harapan, hingga tangis lirih dalam pelukan terakhir. Restu keluarga datang sebagai cahaya, tapi semesta tak pernah membiarkan cinta tumbuh tanpa ujian. Jarak, waktu, dan kesibukan perlahan menjadi jurang yang memisahkan, hingga keduanya mulai kehilangan sesuatu yang dulu sangat erat mereka genggam. Dalam keheningan pendakian gunung dan dinginnya malam, Iki menemukan ketenangan sementara dari luka yang tak pernah bisa ia ucapkan. Tapi satu hal tak pernah berubah-namanya masih Cawa. Dan rindunya, selalu mengarah ke sana. Cawa bukan hanya kisah cinta dua anak manusia. Ini adalah cerita tentang pengorbanan, kesetiaan, luka yang disembunyikan, dan harapan yang digantungkan pada langit yang kadang terlalu jauh. Sebuah kisah yang akan membuatmu diam, menangis, dan bertanya: Apakah cinta sejati harus selalu memiliki? Atau cukupkah dengan... tetap mencintai, meski dalam diam?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido