Disguise
  • WpView
    Membaca 1,144
  • WpVote
    Vote 162
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 22, 2017
Friska Alluna Valeandro ya, itu namaku. Tak perlu kau panggil semua, panggil Friska saja. Disinilah aku, hidup di tengah-tengah kepingan guci yang mahal. Tentu aku tidak bisa hanya berdiam diri dan membiarkan diriku terjebak di kepingan guci yang setiap kepingnya berisi memori penting yang kutahu. Mencoba hidup benar seperti gadis lain di luar sana. Belajar mencintai dan dicintai. Akupun selalu bersyukur kepada Tuhan karena diberikan tutor mencintai yang baik untukku. Kata baik dalam kalimatku tidak bisa kalian artikan seperti biasa karena dinginnya adalah baiknya bagiku. Dibalik sikap baik (dingin)nya aku masih dapat merasakan firasat buruk yang akan menimpaku. Berkali-kali seorang lelaki psycho mencoba memberitahuku untuk lari darinya. Tapi aku selalu mengabaikannya, bahkan sekarang aku sudah melupakannya. Karena aku percaya apa yang Tuhan berikan kepadaku adalah yang terbaik.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Benang Senja
  • KaleZa
  • To Kill a Queen
  • À PROPOS DE NOUS [HIATUS]
  • Hurt Love
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Giona: Second Lead My Husband
  • posesif girlfriend(REVISI)
  • save me

Tanpa banyak bicara, dia mendekat, jaraknya hanya beberapa inci dariku. 'Kalau kamu butuh pelarian untuk melupakan sejenak, aku di sini.' ... "Menatap langit senja, cahaya matahari bergulir perlahan, lembut seperti seutas benang halus yang melintas di atas air. Kilauannya memantul sekejap, sebelum lenyap perlahan, meninggalkan jejak gulita yang sunyi." "Cinta bagaikan langit malam, Indah, kupilih satu bintang Namun redup.. Kupilih bulan sebagai gantinya." ... "Aku tidak memilihnya, bagaikan bayangan di tengah terik, menawarkan teduh yang kubutuhkan tetapi membawa dingin yang tak pernah kuinginkan. Ia adalah pelarian dari dunia yang menghimpitku, namun perlahan, aku sadar, aku sedang berlari menuju jurang yang lebih dalam." "Apakah sebuah takdir? Apakah ini sebuah kesalahan takdir? Apakah takdir menyeret kerah bajuku untuk berlutut diatas semua kekacauan ini." "Takdir itu bernama Nara" . . "Cerita ini fiktif. Kesamaan nama atau latar tempat bersifat kebetulan."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan