"Apa impian terbesarmu?", tanyaku di kelas kosong siang itu. "Aku ingin mengubah nasibku yang sekarang agar kelak keluargaku tak perlu merasakan pahitnya menjadi aku", Fadli tertunduk. Aku Safiyya. Aku sangat mengenal sekaligus tidak mengenal sahabatku itu. Ada sesuatu yang disembunyikannya dalam pandangannya yang tertunduk. Impian. Kekuatan. Kesedihan. Bercampur menjadi satu.
More details